
VINCENZO PINTO/AFP JUARA BERTAHAN: Para pemain Italia merayakan kesuksesan merengkuh juara Euro 2020 dalam parade di Kota Roma (12/7/2021). Italia tergabung dengan Inggris dalam kualifikasi Euro 2024.
JawaPos.com - Perebutan 23 kontestan yang akan menemani Jerman dalam putaran final Euro 2024 dimulai besok (23/3). Seperti apa persaingan dalam kualifikasi?
Kazakhstan versus Slovenia di Astana Arena bakal menandai bergulirnya kualifikasi Euro 2024. Matchday pertama di grup H itu kickoff pukul 22.00 WIB.
Tapi, atensi diyakini tertuju kepada laga di Stadio Diego Armando Maradona, Naples, yang kickoff 4,5 jam setelah Astana Arena (24/3). Yaitu ketika Italia menghadapi Inggris dalam matchday pertama grup C.
Itulah laga yang menjadi pemungkas perhelatan Euro sebelumnya alias Euro 2020 yang digelar pada 2021. Di Stadion Wembley, Italia menggagalkan ambisi ”It’s coming home” Inggris lewat kemenangan adu penalti 3-2.
Karena itu, sudah harus bertemu Inggris lagi dalam kualifikasi Euro 2024 menuntut Italia tancap gas. Selain mereka, grup C dihuni Ukraina yang bisa menjadi kuda hitam. Dua lainnya adalah Makedonia Utara dan Malta.
Di atas kertas, dengan dua tiket lolos langsung menjadi jatah juara grup dan runner-up, Gli Azzurri –sebutan Italia– maupun The Three Lions –julukan Inggris– punya kans mengamankannya. Bagaimana kalau finis peringkat ketiga di grup?
Bagi Italia, mereka masih memiliki kesempatan meraih tiket lolos lewat playoff. Tiket itu dikantongi juara dua kali Euro (1968 dan 2020) tersebut seiring prestasi melaju ke semifinal UEFA Nations League 2022–2023.
Berbeda dengan Inggris yang tidak punya jatah playoff karena dalam UEFA Nations League malah terdegradasi ke League B lantaran finis juru kunci di grup 3 League A.
”Inggris tetap tim yang kuat dengan teknik dan kualitas para pemainnya. Saya merasa mereka juga punya peluang lolos ke (putaran final, Red) Euro,” kata allenatore Italia Roberto Mancini dalam konferensi pers tadi malam (21/3) WIB.
Kualifikasi di grup B juga mendapat sorotan lebih karena berkumpulnya tiga mantan juara. Yakni juara dua kali Euro (1984 dan 2000) Prancis, Belanda sebagai kampiun Euro 1988, serta Yunani yang berjaya pada edisi 2004.
Irlandia dan Gibraltar menjadi penghuni grup lainnya.
Berbicara kepada RMC Sport, entraineur Prancis Didier Deschamps menyebut kualifikasi kali ini sebagai momen transisi Prancis dari finalis Piala Dunia 2022 ke penantang juara Euro 2024.
Itu seiring dengan pensiunnya beberapa pemain seperti kiper Hugo Lloris asal Tottenham Hotspur, Karim Benzema (bomber Real Madrid), dan Raphael Varane (bek Manchester United) seusai Piala Dunia di Qatar.
”Akan butuh banyak upaya untuk mencapai Euro 2024,” tandas Didi –sapaan akrab Deschamps.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
