
MARCO BERTORELLO/AFP NOMOR 9: Striker Ciro Immobile masih menjadi andalan Italia kala menghadapi Makedonia Utara dalam semifinal path C kualifikasi putaran kedua Piala Dunia 2022 zona Eropa di Palermo dini hari nanti (25/3).
JawaPos.com – Allenatore timnas Italia Roberto Mancini berada dalam tekanan.
Gli Azzurri –julukan timnas Italia– yang notabene menyandang status juara Eropa (Euro 2020) menjalani rute terjal untuk bisa lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 dari zona Eropa.
Setelah gagal lolos otomatis dalam kualifikasi fase awal, Gli Azzurri mendapat kesempatan kedua di kualifikasi putaran kedua.
Laju skuad Mancini tidak mudah karena berada dalam satu path dengan Portugal.
Itu pun kalau Gli Azzurri lolos ke final atau melewati hadangan Makedonia Utara dalam semifinal di Stadio Renzo Barbera dini hari nanti (siaran langsung Mola TV pukul 02.45 WIB).
Bermain di kandang sendiri dengan semua pemain reguler selama ini bisa dimainkan, Italia tentu lebih difavoritkan menang.
Meski begitu, Mancini tidak mau tanpa improvisasi. Pelatih yang akrab disapa Mancio itu telah menyiapkan senjata baru seandainya senjata utama macet.
Senjata baru Mancini adalah memilih striker berdarah Brasil asal Cagliari Calcio, Joao Pedro, untuk melengkapi barisan lini serang Gli Azzurri.
Pedro sekaligus alasan Mancini urung menggunakan jasa striker Mario Balotelli. Meski, striker bengal yang kini membela klub Turki Adana Demirspor itu sempat menjalani pemusatan latihan pada Januari lalu.
Selain Pedro, Mancini memanggil pemain berdarah Brasil lainnya, tetapi berposisi bek. Dia adalah Luiz Felipe dari SS Lazio.
Dua debutan itu membuat skuad Gli Azzurri saat ini diperkuat lima pemain kelahiran Brasil. Nama sebelumnya adalah gelandang Jorginho, bek kiri Emerson Palmieri, dan bek tengah Rafael Toloi.
Kepada Calcionews24, Mancini menuturkan alasan memilih Pedro dan Felipe dalam skuad asuhannya. ”Joao Pedro bisa memainkan peran yang berbeda. Kami memilih striker dengan tipikal berbeda-beda,” ucap Mancini.
Pedro memang bisa bermain sebagai striker, second striker, maupun attacking midfielder. Musim ini pemain 30 tahun tersebut telah mengoleksi 10 gol dan 4 umpan gol.
Hanya, ada tudingan negatif di balik pemanggilan Pedro. Seiring laga dimainkan di Palermo yang notabene berada di Pulau Sardinia, sama seperti Cagliari, keberadaan Pedro adalah untuk memancing dukungan masif dari fans setempat.
Usia Pedro yang kepala tiga juga dikritik pandit sekaligus bek tengah Gli Azzurri dekade 2000-an, Nicola Legrottaglie, karena tidak selaras dengan kebijakan Mancini selama ini. Yaitu, memberi kesempatan kepada pemain muda.
”Sangat jelas kehadirannya (Joao Pedro, Red) hanya untuk kepentingan tertentu,” kata Legrottaglie kepada Fanpage.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
