Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Maret 2022 | 18.14 WIB

Antonio Conte: Pendekatan Wortel Tidak Cocok untuk Lloris Cs

Antonio Conte dan Thomas Tuchel akan beradu taktik dalam first leg semifinal Piala Liga di Stamford Bridge dini hari nanti (6/1).  DARREN WALSH/CHELSEA FC - Image

Antonio Conte dan Thomas Tuchel akan beradu taktik dalam first leg semifinal Piala Liga di Stamford Bridge dini hari nanti (6/1). DARREN WALSH/CHELSEA FC

JawaPos.com – Antonio Conte sudah melakukan segala cara untuk membenahi Tottenham Hotspur.

Seperti diungkapkan kepada Spurs TV, pelatih asal Italia itu telah menggunakan pendekatan stick (tongkat) dan carrot (wortel). Atau dalam metafora berarti rewards and punishment.

”Para pelatihku di Italia, salah satunya Carlo Mazzone, mengatakan kepadaku bahwa seorang pelatih harus menguasai pendekatan wortel, kadang dengan tongkat,” tutur Conte.

Ketika Spurs kalah 0-1 oleh Burnley FC yang kala itu masih juru kunci Premier League (24/2), Conte kemudian menggunakan pendekatan tongkat untuk laga berikutnya kontra Leeds United (26/2).

Spurs kemudian menang 4-0 yang berujung pemecatan Marcelo Bielsa sebagai tactician Leeds United.

Tapi, setelah itu, Conte mengendur kepada anak asuhnya.

Pendekatan wortel yang dilakukan The Godfather kepada Hugo Lloris dkk berbuah kekalahan 0-1 lewat babak waktu tambahan oleh Middlesbrough FC dalam putaran kelima Piala FA di Riverside Stadium kemarin (2/3).

Hasil buruk itu memastikan Spurs tidak akan memenangi trofi apa pun musim ini. Sebelumnya, The Lilywhites kandas di fase grup Liga Konferensi Europa dan semifinalis Piala Liga.

Di Premier League, Lloris dkk juga masih berkutat di peringkat ketujuh.

”Setelah Burnley, aku menggunakan tongkat dan kami menang! Setelah Leeds, wortel, dan kami kalah. Setelah ini, aku tahu solusi untuk mereka (tongkat untuk Lloris dkk),” beber Conte yang statistiknya bersama Spurs adalah 12 kali menang, 3 kali seri, dan 8 kali kalah.

Jika menilik performa pemain Spurs lawan Boro, sebutan Middlesbrough FC, Express Sport menyebut ada pemain yang sangat butuh pendekatan tongkat dari Conte.

Dia adalah gelandang Harry Winks. Statistik mencatat, tidak ada satu pun dari delapan duel yang bisa dimenanginya.

Juga tidak ada satu tekling pun yang dimenanginya meski statistik teklingnya di Premier League musim lalu adalah 1,1 per laga.

Winks sejatinya nyaris dilego pada bursa transfer Januari lalu setelah Conte meminjam gelandang Rodrigo Bentancur dari Juventus.

Di era kepelatihan Jose Mourinho dan Nuno Espirito Santo, jebolan akademi Spurs tersebut juga terpinggirkan.

Selain Winks, performa second striker Son Heung-min menurun belakangan ini. Bintang timnas Korea Selatan itu membuang dua peluang bagus dan yang paling mengecewakan adalah kehilangan bola sampai 24 kali.

Bahkan, penampilan Son kini kalah oleh rekrutan baru yang dipinjam dari Juventus, Dejan Kulusevski.

Ada momen ketika bek tengah Spurs Eric Dier terlihat kesal kepada Son. Alasannya sama seperti ketika Lloris pernah nyaris ribut dengan Son di era Mourinho.

Yaitu, Son yang tidak segera berlari membantu pertahanan setelah kehilangan bola.

”Kami memang pantas tersingkir dan telah meninggalkan ruang bagi kami untuk mengevaluasi diri sebelum kami menghadapi pertandingan berikutnya,” beber Conte kepada Spurs Web. 

Editor: Candra Kurnia Harinanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore