
MARCO BERTORELLO/AFP DEMI GELAR KEENAM: Giorgio Chiellini (kanan) bersama kiper Juventus Wojciech Szczesny dalam laga Serie A di Allianz Stadium musim ini.
JawaPos.com - Meski kontraknya diperpanjang musim ini, peran Giorgio Chiellini di Juventus semakin berkurang.
Bek berusia 37 tahun itu hanya delapan kali menjadi starter dari 12 kali penampilannya. Bahkan, predikat il capitano Juve kini telanjur melekat kepada Paulo Dybala ketimbang Chiellini.
Siapa sangka, bak pucuk (tidak) dicinta ulam pun tiba, Chiellini malah mendapatkan keberuntungan menjelang Supercoppa Italiana.
Seiring kartu merah yang diterima Matthijs de Ligt saat melawan AS Roma dua hari lalu (10/1) dan masih cederanya Leonardo Bonucci, Chiellini berkesempatan tampil di San Siro dini hari nanti (13/1).
Terbukalah kesempatan bagi King Kong –julukan Chiellini– memenangkan gelar keenam Supercoppa Italiana setelah edisi 2012, 2013, 2015, 2018, dan 2020.
Jika dalam edisi sebelumnya, ketika mengalahkan Atalanta BC 2-1, Chiellini berduet dengan De Ligt, kali ini Daniele Rugani yang jadi partnernya.
Rugani yang memperkuat Juve sejak 2013 tentu tidak asing bagi Chiellini. Meski jarang bertandem, kolaborasi mereka pernah terjadi dalam Supercoppa Italiana 2017.
”Aku pikir mereka (Bonucci dan Rugani, Red) adalah solusi terbaik (untuk dipasangkan di jantung pertahanan) yang kami miliki untuk saat ini,” ungkap allenatore Juve Massimiliano Allegri dalam pre-match press conference tadi malam (11/1).
Kondisi Chiellini diklaim Allegri cukup fit setelah kembali pulih dari Covid-19 dan tampil saat melawan AS Roma. Meski, King Kong hanya berada di lapangan delapan menit terakhir.
”Aku hanya mengalami sedikit masalah saat pesta Natal seperti kebanyakan orang Italia. Saat ini kondisiku baik-baik saja,’’ ucap Chiellini.
Dalam kesempatan yang sama, Chiellini melontarkan kritikan kepada Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) terkait regulasi sanksi larangan bermain yang berlaku di Supercoppa Italiana.
Siapa pun pemain yang terkena kartu merah atau menjalani akumulasi kartu kuning di Serie A, pemain itu tidak boleh turun di Supercoppa Italiana. Seperti yang dialami De Ligt.
Menurut Chiellini, aturan tersebut semestinya direvisi atau mengikuti Coppa Italia yang tidak linier dengan sanksi disiplin di Serie A.
”Sepertinya tidak masuk akal ketika ada pemain yang melewatkan pertandingan ini karena kartu kuning atau merah di Serie A. Pembicaraan bertahun-tahun untuk mengubah aturan ini tak pernah berbuah apa pun,” kritiknya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
