Harry Kane ketika memperkuat Tottenham Hotspur berduel dengan Granit Xhaka (Arsenal) dalam Premier League musim lalu.
JawaPos.com – Xabi Alonso angkat kaki dari Bayern Munchen pada akhir musim 2016–2017. Dini hari nanti (16/9), Xabi kembali ke Allianz Arena, kandang Bayern. Bukan di sisi Bayern lagi, melainkan sebagai lawan klub berjuluk Die Roten tersebut.
Xabi sebagai der trainer Bayer Leverkusen menantang Bayern asuhan Thomas Tuchel dalam spieltag keempat Bundesliga (siaran langsung Mola TV pukul 01.30 WIB).
Hanya dua tim itu yang mampu meraih hasil sempurna dalam tiga spieltag awal (9 poin). Bedanya, Die Werkself –julukan Leverkusen– memuncaki klasemen atau berada di atas Bayern berkat keunggulan diferensiasi gol. Leverkusen surplus 8 gol, sedangkan Bayern surplus 7 gol.
”Menghadapi (Bayern) Munchen adalah tantangan yang besar dan kami harus bermain dengan kepercayaan tinggi,’’ ucap Xabi seperti dilansir Eurosport.
Musim lalu, tepatnya dalam spieltag ke-25, Xabi sudah bisa menang atas Die Roten di BayArena, kandang Leverkusen, dengan skor 2-1. Bisa mengulang capaian itu, apalagi di Allianz Arena, bakal membuktikan kemampuan mumpuni La Barba Roja atau Si Jenggot Merah –julukan Xabi– sebagai pelatih.
”Aku tahu (melawan Bayern, Red) penuh emosi. Tetapi, aku datang untuk menang,’’ kata Xabi.
Terlepas datang sebagai lawan, Xabi layak mendapatkan karpet merah di Allianz Arena. Bukan semata tiga musimnya di Bayern merupakan tiga musim terakhirnya sebagai pemain.
Melainkan karena pria kelahiran Tolosa, Spanyol, 41 tahun lalu itu meninggalkan kesan baik dalam setiap klub yang diperkuatnya. Seperti di Liverpool FC, Real Madrid, terlebih klub di awal karier, Real Sociedad.
”Sebagai pemain, dia adalah sosok yang menginspirasi rekan setimnya. Aku tidak heran melihat dia seperti sekarang ini, mencerminkan dirinya,” kata Thomas Muller, second striker Bayern selama bermain bersama Xabi di Die Roten, kepada Bild.
Gaya bermain Leverkusen bersama Xabi memang menarik untuk dinikmati. Bukan sekadar mengandalkan penguasaan bola, melainkan juga efektif dalam serangan. Jumlah tembakan per laga Leverkusen (20 kali) hanya kalah oleh Bayern (23 kali).
Tapi, tembakan tepat sasaran per laga Leverkusen (10,3 kali) di atas Bayern (8 kali). Gol Leverkusen yang tercipta dalam skema serangan (8 gol) pun unggul atas Bayern (5 gol) sekaligus terbaik di antara klub Bundesliga lainnya.
Selain kembalinya Xabi ke Allianz Arena, laga dini hari nanti jadi atensi karena kembalinya rivalitas derbi London Utara antara striker Bayern Harry Kane dan gelandang Leverkusen Granit Xhaka. Musim ini Kane dan Xhaka sama-sama hijrah dari Premier League dengan masing-masing meninggalkan Tottenham Hotspur dan Arsenal.
Berbicara di laman resmi Bundesliga, Xhaka tidak sabar menunggu duel dengan Kane. ’’Kembali ke sini (Bundesliga) dan bertemu dengan Harry Kane menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan oleh liga ini,’’ tutur Xhaka yang pernah empat musim (2012–2016) membela Borussia Monchengladbach.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
