Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Februari 2020 | 14.04 WIB

Melukis dengan Teknik Watercolor, Takaran Air Tentukan Hasil

Deasy Tantra (kanan) sedang di beri arahan untuk melukis dengan cat air oleh Intan Fia di Milieu Space kemarin (31/1). FOTO: Alfian Rizal/Jawa Pos - Image

Deasy Tantra (kanan) sedang di beri arahan untuk melukis dengan cat air oleh Intan Fia di Milieu Space kemarin (31/1). FOTO: Alfian Rizal/Jawa Pos

JawaPos.com – Melukis dengan menggunakan teknik watercolor punya hasil yang berbeda dari cat-cat yang lain. Hasilnya akan terlihat seperti mempunyai beberapa layer saat sudah kering. Hal itu dijelaskan Intan Fia dalam workshop di Milieu Space kemarin (31/1). Pada workshop basic watercolor tersebut, Fia mengajak peserta menggambar objek kaktus.

Namun, dia terlebih dulu memaparkan pemilihan alat yang benar hingga teknik yang diaplikasikan. Perempuan alumnus FSRD ITB itu menjelaskan, melukis dengan teknik watercolor harus menggunakan kertas gambar watercolor juga. ”Sebab, tingkat penyerapan kertas berbeda. Kalau bukan kertas watercolor, nggak bisa nyerap air,” terangnya kepada para peserta.

Ada dua jenis kertas yang biasa dia gunakan untuk watercolor painting. Cold press dan hot press. ”Kalau cold press, pori-porinya lebih besar. Jadi, bisa lebih cepat menyerap air. Tapi, teksturnya agak kasar,” urai Intan. Sementara itu, hot press kebalikannya. Teksturnya lebih halus dan pori-porinya lebih kecil.

Setelah mengenalkan jenis-jenis kertas, barulah Fia mengenalkan bahwa teknik watercolor itu berbeda dengan teknik melukis lainnya. ”Untuk pengaplikasiannya nggak bisa cuma sekali. Harus ber-layer-layer,” ujarnya. Sebab, watercolor painting mempunyai hasil yang transparan. Untuk membuat warna-warnanya bercampur pun ada dua teknik. Yakni, wet-on-wet dan dry.

”Kalau wet-on-wet, kita mencampurkan warnanya langsung di atas kanvas. Jadi, saat masih basah, langsung ditumpuk dengan warna yang lain,” terangnya. Untuk teknik dry, setelah warna kering baru ditumpuk dengan warna lainnya. ”Tapi, nggak bisa dengan warna yang lebih muda. Biasanya ini untuk memberikan detail dan efek, biar kelihatan dimensinya,” sambungnya.

Fia menambahkan, inti dari penggunaan teknik watercolor adalah cara mengontrol jumlah air untuk menentukan seberapa kental atau encer larutan cat. ”Kalau sudah bisa mengontrolnya, pasti layer-layer-nya nanti kelihatan bagus,” imbuhnya. Efek tiap layer itulah yang membuat Fia menyukai teknik watercolor. ”Efek ini nggak bisa didapatkan dari cat-cat yang lain,” tambahnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore