Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Oktober 2023 | 21.26 WIB

Zamrud Setya Negara: Tujuh Lukisan Kesayangan Buah Hati Jadi Cenderamata Kepala Negara

UNTUK KAMBOJA: Candi Borobudur melatari lukisan pertama Zamrud yang dibeli Presiden Jokowi.

Cerita Seniman yang Karya-karyanya Menarik Perhatian Presiden Jokowi

TERSANJUNG. Demikianlah perasaan Zamrud Setya Negara saat Jokowi membeli karyanya. Apalagi, lukisan pria 44 tahun itu dibeli untuk menjadi cenderamata bagi tamu-tamu kenegaraan.

Sampai saat ini, sudah tujuh lukisan Zamrud yang dibawa pulang oleh tujuh kepala negara berbeda. Ketujuhnya adalah Candi Borobudur dari Sisi Lain, Merapat di Dermaga, Kapal-Kapal Bersandar, Pantai Pangandaran, Kapal-Kapal #3, Pagi di Pantai Utara Cirebon, dan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Saat ditemui Jawa Pos beberapa waktu lalu, pelukis kelahiran Kebumen itu mengatakan bahwa Candi Borobudur dari Sisi Lain merupakan karya pertamanya yang dibeli Jokowi. Ketika itu, pembelian dilakukan Sekretariat Negara (Setneg). ”Sebenarnya lukisan itu saat akan dibeli sedang ikut Indonesia Watercolor Competition 2022,” ujarnya.

Kompetisi itu digelar International Watercolor Society bekerja sama dengan Galeri Nasional Indonesia. Ada 176 karya seniman dari 31 negara yang saling bersaing. ”Lukisan saya waktu itu lolos seleksi dan seharusnya dipamerkan,” paparnya.

Namun, suatu pagi sekitar pukul 06.00, sebelum lukisan itu bisa dipamerkan, Zamrud mendapat telepon dari Setneg. Dia ditanya tentang posisi lukisan yang lolos kompetisi itu. ”Pihak Setneg menyebut Pak Jokowi ingin membeli lukisan saya untuk dijadikan cenderamata raja Kamboja,” terangnya.

Karena yang hendak membeli adalah Jokowi, Zamrud pun mengupayakan agar lukisan itu bisa diakses. Padahal, lukisan tersebut sedang berkompetisi. Ketika itu, Setneg menyampaikan supaya lukisan sampai di Istana Negara pukul 11.00. ”Saya langsung menelepon penyelenggaranya. Namanya Mbak Umi dan Mas Agus Budiyanto. Saya memberitahukan kepada mereka bahwa lukisan saya itu mau dibeli,” ungkapnya.

Zamrud kemudian langsung mengambil lukisan tersebut di Bintaro, Tangerang Selatan. Setelah itu, dia mencetak sertifikat keaslian lukisan. ”Pokoke oyak-oyakan (Pokoknya berkejaran dengan waktu, Red), tapi semua lancar. Untungnya, lukisan sudah terbungkus rapi karena akan dipamerkan,” jelasnya.

Borobudur dari Sisi Lain memang lukisan yang menakjubkan. Zamrud menggambarkan sungai dan persawahan dan sosok petani yang sedang menggarap sawah sebagai penguat imajinasi. Candi Borobudur yang megah menyembul sebagai latarnya. Dia sengaja memunculkan kesan gemah ripah loh jinawi yang religius dalam lukisan itu. Gambaran masyarakat yang tinggal di wilayah subur, makmur, dan religius. Indonesia banget.

Ternyata, pengalaman pertama Zamrud yang mendebarkan itu disusul dengan enam pengalaman serupa. Jelas saja semuanya membuat Zamrud melambung. Tujuh karya itu didominasi tema maritim. ”Hanya satu yang soal Borobudur, tapi itu juga ada sungainya,” tuturnya.

PERTEMUAN: Lukisan Zamrud yang bertajuk Merapat ke Dermaga ini melambangkan kerja sama Indonesia dengan Uni Emirat Arab.

Dia mengatakan, lukisan dengan tema kemaritiman memiliki makna mendalam baginya. Misalnya, lukisan kedua yang dibeli Jokowi dengan judul Merapat di Dermaga. Lukisan tersebut menggambarkan pertemuan dua kapal besar di sebuah dermaga. ”Saya artikan sebagai pertemuan antara Indonesia dan Uni Emirat Arab,” jelasnya. Lukisan itu menjadi cenderamata untuk Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).

Zamrud menambahkan, sebenarnya tujuh lukisan itu memiliki arti personal untuknya. Sebab, ketujuhnya adalah kesukaan anaknya yang kini telah meninggal dunia. ”Enggak tau kenapa, setiap lukisan yang disukai anak saya, Adik Kian Shinari Hati Rahimhullah, selalu dipilih menjadi cenderamata kepala negara,” jelasnya.

Sebenarnya Zamrud ingin lukisan-lukisan itu menjadi kenangannya bersama sang anak. Namun, pinangan Jokowi juga tak bisa dia abaikan. Kini yang menjadi cenderamata di hati Zamrud adalah kata-kata Adik. ”Ayah, aku suka lukisan ini,” kenangnya menirukan kalimat sang buah hati. (idr/c7/hep)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore