Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 September 2022, 19.56 WIB

Anak Penjaga

ILUSTRASI - BUDIONO/JAWA POS - Image

ILUSTRASI - BUDIONO/JAWA POS

Anak Penjaga


bawakan anggur itu, Nona

yang terperam

dalam tas jinjing

 

kau temui

seorang anak di ayunan

yang menggambar ayahnya

di atas pasir

 

biarkan ia menabur

biji-biji anggur

dan menyisir rambut jagung

berikan juga semangkuk kuah sabun

untuk mencuci bonekanya

 

mengumpulkan pekik burung

sebagai ganti bunyi

lonceng sepeda

ayahnya

tak kunjung tiba

ia membangun pagi

yang terangnya telah dicuri

bunga-bunga punah

di sampingnya

kebun reptil yang dingin

 

menempuh seluruh pintu

aku akan menghitamkan

seluruh ruangan, seluruh bangku

tanpa memadamkan lampu-lampu

belukar kunci di tanganku

menandai seribu sepi

yang terkurung

 

taman kanak-kanak ini

beku dalam parasnya

menampung usia lampauku

anak tanpa jemputan

adalah pemikat

menjamu kelam pandang

seorang penjaga

 

bawakan padaku

duhai, Nona

persembunyian kupu-kupu

dengan gemetar penungguan

di hadapan seluruh pintu

yang dihanguskan rayap

 

2022

---

Pesta Ulang Tahun


mengapa tidak datang-datang

irisan kue itu akan dikerubungi

semut-semut hitam

menunggu

terbungkus panas neon

menunggu

terbungkus gemeresik gaun

membuat kulit gatal-gatal

 

rambut ini harum vanili

getah sirup di sela jemari

bersama para bibi

yang menebalkan gincu

 

siapa menyuruhmu masuk

lewat pintu belakang?

 

mabuk harum parfum

kelahiran dua kali ini

cuma mengirimkan

lagu lama yang diputar

oleh kesedihan para istri

yang berselaput lilin

anyir masakan

dan jemari mengerut

 

usia tumbuh

di antara kata-kata gagu

siapa masih berdiri di pintu

simpan kado itu

dalam terang musim

kalau masih ada, sebidang saja

tempat untuk mengikat pitanya

 

2022

---

Puisi Masa Kecil


 

aku temukan

matahari yang sama

tercetak dalam potret

 

kemarau tubuhku

memintanya

sebagai padang hijau

atau ladang bunga

 

kanak-kanak mencipta

bahasa hening

bagi kembara yang tipis

seperti kupu-kupu

menabur suara sayap

 

disulamnya sebuah musim

dari bandana menyala

di atas kepala

pita rambut melepas

warna-warna

 

hangatnya seluruh dekapan

aku temukan

menyeru

bagai nyanyi

ke balik kulitku

panas matahari

berupaya menandai

masa kecil yang diarsir

oleh berlapis-lapis kecupan

melelapkan penungguan

hari-hari

 

2022

---

IIN FARLIANI

Lahir di Mataram, Lombok, 4 Mei 1997. Alumnus Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mataram. Sejak 2013 bergiat di Komunitas Akarpohon Mataram. Diundang menghadiri Makassar International Writers Festival 2022 sebagai salah satu emerging writer. Usap Matamu dan Ciumlah Dingin Pagi (Basabasi, 2022) adalah buku puisi pertamanya.
Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore