
Acer Swift 3
Mau mencoba betapa powerful-nya Ryzen Mobile? Jangan dicolokkan ke listrik ya. Lantas, gunakan power management pada mode balance. Lalu, ubah ke mode active cooling pada mode baterai di power management sistem cooling policy. Jika sudah, harusnya pengalaman yang kami rasakan, juga berlaku bagi kamu.
Battlefield 1
Beberapa laptop di level harga yang sama, tidak banyak yang bisa menjalankan game ini dengan baik. Biasanya, lag akan sangat terasa. Saat dicoba bermain dengan Acer Swift 3 dengan konfigurasi otomatis, bisa menembus 37 FPS. Rata-ratanya ada di angka 20 FPS.
Terkesan kecil dan rentan lag? Tidak demikian. Saat memainkan game ini, pengalaman yang didapat memang asyik. Hampir tidak terasa lag yang mengganggu. Lancar meski dalam mode perang dengan latar belakang grafis sangat padat. Bagaimana jika dicolokkan ke listrik? FPS yang didapat tidak lebih baik. Bahkan, beberapa kali turun beberapa FPS.
PES 2018
Permainan sepak bola populer ini bukan masalah besar bagi Acer Swift 3. Bermain dengan kualitas grafis tertinggi, tetap menghasilkan FPS tinggi. Tanpa dicolok ke listrik alias menggunakan mode baterai, skor tertinggi menyentuh 47 FPS. Nilai rata-ratanya 39 FPS dan terendahnya 17 FPS.
Jika dicolok ke listrik, sebenarnya masih tinggi dan memberikan jaminan lancar. Tetapi, FPS yang drop sangat terasa. Nilai tertingginya menjadi 30 FPS, rata-ratanya 26 FPS, dan terendahnya 21 FPS.
DOTA 2
Bagi penyuka DOTA 2, game ini sangat lancar untuk dimainkan. Kombinasi ciamik jika koneksi internet saat bermain online tidak naik-turun. Itu terlihat dari tingginya nilai maksimal yang menyentuh 86 FPS. Sedangkan nilai rata-ratanya, ada di angka 71 FPS dan terendahnya 44 FPS.
Sky Diver dan Fire Strike
Dua simulasi game dari 3DMark ini sebenarnya bisa berjalan dengan baik. Namun, untuk Sky Diver memang lebih baik karena laptop ini sebenarnya bukan gaming specialist. Nilai Sky Diver menggunakan mode baterai adalah 7330 dan saat dicolokkan ke listrik 6467. Hampir tidak lag ketika simulasi dijalankan.
Sedangkan simulasi Fire Strike yang memang ditujukan untuk high performing PC, membuat Acer Swift 3 mulai ngos-ngosan. Tidak ada perbedaan berarti saat menggunakan listrik atau mode baterai. Nilainya mirip. Di angka 2040-an. Beberapa simulasi berjalan lancar, namun beberapa sedikit agak terasa berat. Itulah alasannya kebijakan memilih game dan kualitas setting grafis tetap diperlukan ya.
Kesimpulan
Pengalaman menggunakan Acer Swift 3 cukup menyenangkan. Beberapa pekerjaan kreatif tentu bisa dihadapi dengan laptop ini hampir tanpa kendala. Sebab, jeroannya memang memiliki kemampuan untuk itu. Dibekali dengan numeric pad, menambah nilai lebih dari laptop ini. Pekerjaan tabulasi yang membutuhkan angka-angka bisa dikerjakan lebih cepat.
Acer Swift 3 SF315-41 dibanderol dengan harga kisaran Rp 9,5 jutaan. Dengan harga segitu, build quality-nya sangat menarik. Berbalut material alumunium di sekujur tubuhnya, laptop ini benar-benar tampak gahar dan kuat. Membawanya untuk aktivitas harian terasa ringan, ringkas, dan keren.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
