
Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman berjanji untuk menindak tegas anggotanya jika terbukti bersalah.
JawaPos.com – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur (Jatim) akan mengusut aksi barbar pemain Dharaka Samudra Indonesia (Sindo) FC kepada jurnalis sekaligus penulis buku Persebaya Surabaya, Oryza A. Wirawan. Pihak Kodam V/Brawijaya juga berjanji melakukan tindakan tegas kepada anggotanya jika terbukti bersalah.
Oryza adalah jurnalis, pengamat, sekaligus penulis buku-buku tentang Persebaya dan sepak bola dunia. Pria asal Surabaya ini dikeroyok pemain Dharaka Sindo FC dan oknum aparat berseragam lengkap di Stadion Jember Sport Garden (JGS), Rabu (4/7) kemarin.
Aksi brutal pemain Dharaka Sindo membuat Oryza mengalami sejumlah luka di bagian kaki, dada, dan pinggang. Saat ini jurnalis pecinta Persebaya dan fans Liverpool itu tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
“Bukan hanya wartawan yang dipukuli, wasitnya juga,” ucap Amir Burhannudin, Sekretaris Umum Asprov PSSI Jatim kepada JawaPos.com, Kamis (5/7) siang.
PSSI Jatim telah menerima laporan dari pengawas pertandingan terkait insiden ini. “Seluruh laporannya, setelah kami baca dengan seksama, layak untuk diteruskan ke Komisi Disiplin. Jadi kita tunggu saja keputusan Komisi Disiplin,” sebut pria yang berprofesi sebagai lawyer itu.
Nantinya Komdis PSSI Jatim akan mencermati laporan sekaligus bukti-bukti berupa video atau foto. Setelah itu akan dilakukan identifikasi siapa saja pelaku yang terlihat aksi pengeroyokan terhadap wasit dan wartawan ini.
“Itu bisa dicari dengan mendatangkan saksi-saksi, atau orang-orang yang dikenal dalam layar video itu untuk mengonfirmasi perbuatannya. Komdis akan akan melihat terlebih dulu seluruh laporan yang dikirimkan pengawas pertandingan,” jabar Amir.
Sebagai regulator kompetisi Liga 3 regional Jatim, PSSI siap menindak tegas siapapun pihak yang terlibat dalam aksi pengeroyokan ini. “Kami sudah pasti siap menindak tegas melalui pranata yang bernama Komisi Disiplin,” tegas pria asal Tuban itu.
Dharaka Sindo sendiri merupakan klub hasil merger Dharaka FC milik TNI dengan Samudra Indonesia. Sebelumnya, Dharaka adalah klub amatir peserta kompetisi internal Askab PSSI Jember.
Terkait insiden yang diduga melibatkan anggota TNI tersebut, Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman berjanji akan melakukan tindakan kepada anggotanya jika terbukti melakukan pengeroyokan kepada Oryza. Dalam video yang beredar, terlihat ada oknum aparat yang ikut menginjak-injak Oryza.
“Sampai saat ini saya belum menerima laporan. Tapi jika terbukti benar, pasti akan kita lakukan tindakan,” ujarnya setelah pertandingan sepak bola lawan SIWO PWI Jatim di Stadion Brawijaya, Surabaya, Kamis (5/7) pagi.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
