
Sejumloah narapidana terorisme keluar dari Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5).
JawaPos.com - Jenazah Abu Ibrahim alias Beny Syamsu alias Sutrisno dikabarkan ditolak di tanah kelahirannya. Tepatnya di Nagari Malai Limo Suku Timur, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Beny merupakan salah seorang narapidana terorisme (napiter) yang tewas di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/5).
Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Pol Mochammad Iqbal mengatakan, pihaknya akan membantu meyakinkan keluarga dan warga setempat agar mau menerima jenazah tersebut.
"Tugas Polri membantu dan kita terus meyakinkan kepada keluarganya. Harus diselesaikan dulu oleh mereka. Nanti kepolisian setempat akan berkomunikasi," katanya saat dihubungi Jumat malam (11/5).
Informasi dihimpun JawaPos.com, jenazah Beny masih berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Santer kabar, Beny lama menetap di Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). Namun, setelah ditelusuri, lelaki kelahiran 18 Juni 1986 itu, lama menetap di daerah Pekanbaru, Riau.
Bahkan, sejak kecil hingga menikah, Beni tinggal di Pekanbaru.
Bedasar hasil penelusuran, teroris yang ditangkap di Pekanbaru pada 24 Oktober 2017 itu, diketahui lahir di Nagari Malai Limo Suku Timur, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar.
Namun, sejak usia sekitar 2 tahun, dia dibawa merantau oleh kedua orangtuanya ke Pekanbaru.
Setelah diketahui benar itu Beny alias Trisno, pihak keluarga merencanakan, agar dia dimakamkan di Nagari Malai Limo Suku Timur.
Bahkan, istri dan anaknya juga sudah datang bersama keluarga besar Beni ke rumah bibinya untuk menunggu kedatangan jenazah.
"Sejak tadi pagi, Kamis (10/5), sudah datang istri dan keluarganya ke sini. Sudah pakai tenda dan kursi juga untuk menyambut jenazah Beni Syamsu," terang Buyung Intan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022