Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Mei 2018 | 02.18 WIB

School Revolution, Lagu Penuh Kritik dari Voice of Baceprot

Voice of Baceprot saat berkunjung ke kantor JawaPos.com, Selasa (8/5). - Image

Voice of Baceprot saat berkunjung ke kantor JawaPos.com, Selasa (8/5).

JawaPos.com - Masih ingat dengan Voice of Baceprot (VoB)? Mereka adalah band metal yang diisi tiga remaja berhijab asal Garut yang sempat viral di media sosial dan menjadi sorotan media asing beberapa waktu lalu.


Di tengah kesibukan sebagai siswi sekolah menengah atas, Voice of Baceprot kini bersiap kembali meramaikan kembali industri musik tanah air. Sebuah lagu baru ciptaan sendiri menjadi bukti eksistensi.


Grup yang diisi Firdda Kurnia (vokal/gitar), Widi Rahmawati (bas) dan Euis Siti Aisyah (drum) itu resmi meluncurkan single berjudul School Revolution. Sama seperti judulnya, lagu ini terinspirasi dari pengalaman mereka selama menjalani masa sekolah sampai sekarang.


"Ini adalah rekam jejak kami terhadap sekolah, kami menceritakan apa yang kami lihat, dengar, dan rasakan. Semuanya kami tuangkan dalam lagu ini," kata Firdda saat berkunjung ke JawaPos.com, Jakarta Selatan, Selasa (8/5).


Meski bercerita soal pengalaman di sekolah, lirik dalam School Revolution bukan tidak berisi apa-apa. Menurut mereka, lirik lagu ini adalah sebuah bentuk kritikan. Mereka menulis protes terhadap sistem pendidikan agar lebih baik dan positif.


"Lagu School Revolution adalah ungkapan isi hati kami sebagai pelajar tentang pencarian jati diri kami di sekolah. Kami menilai, seorang yang sedang menuntut ilmu ingin memaksimalkan apa yang seharusnya menjadi hak kami sebagai pelajar, dan memaksimalkan garis hidup kami melalui ilmu yang kami dapat di bangku pendidikan,” jelas Firdda.


Dari departemen musik, lagu School Revolution masih menampilkan ciri khas musik yang selama ini dimainkan Voice of Baceprot. Trio hijaber ini mengusung lagu bernuasa hip metal yang siap menggetarkan telinga. Hebatnya lagi, lagu tersebut sempat mengalami tiga kali perubahan demi menghasilkan karya yang luar biasa.


"Kami tiga kali rombak lirik dan aransemennya, diskusi sama Abah biar sempurna lagunya. Trus dibantu juga sama Om Stephen Santoso yang membuat lagu kami ini menjadi lagu yang terdengar luar biasa," ucap sang vokalis.


Voice of Baceprot memilih School Revolution sebagai tonggak sejarahnya dalam mengarungi dunia musik profesional. Mereka berharap lagu ini bisa didengar dan diapresiasi pecinta musik.


Tidak hanya dalam negeri, Firdda, Siti, dan Widi menargetkan School Revolution juga menjangkau pendengar di luar negeri. Apalagi pada awal kemunculan sangat disoroti media asing. Seperti, The Guardian, BBC, National Public Radio (NPR), The New York Times, Horrorfreaknews, TheMarySue, Metal-Hammer, serta The Straits Times.


Lagu School Revolution dari Voice of Baceprot telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Sementara video musik resmi juga sudah diluncurkan di kanal YouTube.


Bersama Amity Asia Agency, Voice of Baceprot berencana menggelar beberapa agenda untuk mempromosikan lagu terbaru ini. Pada 7 Mei 2018 mereka juga menggelar pesta peluncuran di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Editor: Novianti Setuningsih
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore