Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Mei 2018 | 03.45 WIB

Orasi di May Day, Fahri Hamzah Desak Jokowi Mundur dan Ganti Presiden

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang turun dalam aksi May Day menegaskan bahwa banyak buruh lokal yang tersisihkan karena banjirnya Tenaga Kerja Asing di Indonesia. - Image

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang turun dalam aksi May Day menegaskan bahwa banyak buruh lokal yang tersisihkan karena banjirnya Tenaga Kerja Asing di Indonesia.


JawaPos.com - May Day atau Hari Buruh 2018 harus menjadi pelajaran bagi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, buruh yang merasa tersisihkan karena selama ini tidak diperhatikan hak-haknya.


Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah usai berorasi dalam peringatan May Day di depan gedung DPR, Jakarta, Selasa (1/5).


"Menurut saya, May Day itu adalah peristiwa internasional. Karena itu, bagi Pak Jokowi ini harus menjadi pelajaran bahwa ada buruh yang tersisihkan," tegas Fahri.


Dia menambahkan, Jokowi juga harus berintrospeksi terkait kedatangan pekerja asing ke Indonesia. Karena, saat ini banyak warga lokal yang disingkirkan. Hal itu tidak terlepas dari kedatangan pekerja asing ke tanah air.


Fahri juga mencontohkan adanya direktur asing di BUMN dan dosen impor. "Kenapa tidak Jokowi saja mundur sekalian? Ganti sama presiden yang lain. Dulu katanya revolusi mental. Mental tambah rusak, kok, sama Pak Jokowi ini," tegas Fahri.


“Buruh adalah manusia. Nah, May Day menjadi ajang bagi para buruh untuk menunjukkan eksistensinya,” pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore