Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Mei 2018 | 22.15 WIB

Jokowi Diminta Tegas Soal Rekaman Percakapan Menteri Rini dan Bos PLN

Presiden Jokowi pimpin upacara di TMP Kalibata - Image

Presiden Jokowi pimpin upacara di TMP Kalibata

JawaPos.com - Beberapa waktu lalu, publik dikejutkan dengan beredarnya rekaman percakapan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir yang diduga membahas fee proyek.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri sudah angkat bicara terkait percakapan salah seorang pembantunya di kabinetnya itu. Sayangnya, komentar Presiden Jokowi dianggap masih belum tegas.


"Saya tidak mau komentar sebelum semuanya jelas," kata Presiden Joko Widodo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4) kemarin.


Sikap Joko Widodo itu menuai kritik. Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan Joko Widodo seharusnya jangan terkesan menghindari pertanyaan itu. Dia meminta Presiden Jokowi segera turun tangan dalam skandal percakapan Rini dan orang nomor satu di PLN yang sudah berujung melahirkan wacana sebuah pansus di DPR.


"Presiden memang harus ikut turun tangan, dia harus membuat semuanya lebih clear, sekarang kan masih abu-abu," kata Mamit di Jakarta, Selasa (1/5).


Ini tahun politik, semua isu pun bisa dibuat jadi barang panas. Setelah kemunculan rekaman itu, di tengah masyarakat kini bermunculan banyak persepsi. Presiden Joko Widodo jangan sampai membiarkan persepsi yang muncul semakin liar.


"Kalau dibiarkan begitu saja, persepsi masyarakat bisa bertanya dengan kinerja Jokowi. Dan ini bisa memberatkan PLN juga Pertamina," lanjut Mamit.


Terkait Ari Soemarno, Mamit mengakui kalau sosok kakak kandung Rini Soemarno itu punya nama besar di sektor migas negeri ini. Ari, kata Mamit, hingga sekarang juga masih punya pengaruh luar biasa.


"Kalau bicara pengaruhnya dia di Pertamina, kita harus akui masih ada orang-orang dia itu. Jadi secara sosok dia itu, AS (Ari Soemarno) orang yang cukup berkuasa dan berpengaruhlah di Pertamina," tegas Mamit.


"Cuma sekarang bagaimana pengaruh itu digunakan untuk kepentingan baik Pertamina maupun PLN. Apalagi sekarang dia itu di BUMN," tambahnya.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore