
Ilustrasi sekolah kedinasan
JawaPos.com - Hari terakhir pendaftaran sekolah kedinasan mencapai 314.829 orang sampai pukul 12.00 WIB tadi. Namun, dari jumlah itu sebanyak 260.132 orang telah menentukan sekolah. Sedangkan, sebanyak 54.967 orang belum menentukan.
Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Herman Suryatman, mengimbau bagi yang belum menentukan sekolah, akan segera menentukan pilihannnya.
“Untuk pendaftar yang belum menentukan sekolah, segera tentukan dan daftar ke instansi terkait,” ujarnya di Jakarta, Senin (30/4).
Herman juga mengimbau bagi yang belum mendaftar agar segera mendaftarkan diri melalui https://sscndikdin.bkn. go.id, mengingat masih ada waktu hingga penutupan pendaftaran malam nanti.
“Jumlah ini membuktikan bahwa banyak generasi milenial yang ingin menjadi abdi negara. Silakan daftar bagi yang belum, masih ada waktu hingga jam 12 malam nanti,” imbaunya.
Berdasarkan data Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), Politeknik Keuangan negara (PKN) STAN masih menjadi favorit dengan jumlah 139.460 pendaftar. Sekolah kedinasan milik Kementerian Keuangan ini, membuka formasi sebanyak 7.301.
Pada Jumat (27/4) lalu, jumlah pendaftar di PKN STAN sejumlah 115.155 orang. Artinya, hari ini jumlah pendaftar di PKN STAN naik sebesar 24.305 orang.
Posisi favorit kedua ditempati oleh Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan pendaftar sebanyak 42.834 orang. Tahun ini, IPDN membuka 2.000 formasi calon taruna.
Untuk posisi ketiga, masih ditempati oleh Politeknik Statistika STIS milik Badan Pusat Statistik dengan pendaftar mencapai 16.755 orang. Padahal, Politeknik Statistika hanya membuka 600 formasi.
Berdasarkan Peraturan Menteri PANRB No. 22/2018, tahapan seleksi yang harus dilalui adalah seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan seleksi lanjutan. Dalam tahapan SKD, soal terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
“Seleksi lanjutan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi. Para pendaftar harap mempersiapkan diri dengan baik,” terangnya.
Herman mengimbau agar peserta tidak tergiur dengan oknum bayaran yang menjanjikan lolos tahapan tes tersebut. “Jangan percaya calo. Jika ada seseorang yang menjanjikan lulus, segera laporkan kepada kami,” pungkas Herman.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
