
Seorang kurir sabu-sabu, AB, diamankan petugas gabungan, saat berusaha mengirimkan sabu-sabu dari Tawau, Malaysia ke Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/4).
JawaPos.com – Tim gabungan TNI yang terdiri dari Eastern Fleet Quick Response (EFQR) Lantamal XIII, Lanal Nunukan dan Satreskoba Polres Nunukan berhasil menggagalkan peredaran narkotika golongan satu jenis sabu-sabu seberat 500 gram. Mereka juga mengamankan kurir sabu-sabu berinisial AB, yang akan mengirimkan barang haram itu ke Palu, Sulawesi Tengah.
Awalnya, tim menerima informasi dari intelijen bahwa akan ada pengiriman narkotika dari Tawau, Malaysia menuju Sebatik, Nunukan. Tim pun telah mengantongi ciri-ciri pelaku. Mereka lantas melakukan pencegatan di Perairan Sei Pancang Sungai Nyamuk pada Selasa (10/4).
Namun tim tak menemukan pelaku. Dua hari berselang, keberadaan kurir terdeteksi sedang berada di Dermaga Sungai Melayu, Sebatik Barat, sekitar pukul 17.10 Wita. Kurir tersebut terpantau menuju Hotel Cahaya Mulia.
Tim pun melakukan penjejakan fisik. Diketahui, kuir berencana akan berangkat menuju Tarakan.
“Pelaku sempat makan di sebuah warung. Usai (AB) makan, tim sempat kehilangan jejak. Dan rencana tim melakukan penangkapan ketika berada di speedboat,” ujar Komandan Lanal Nunukan, Letkol Laut (P) Ari Aryono dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Grup), Minggu (15/4).
Tim bergerak menuju Sebatik sekitar pukul 5.15 Wita, dan melakukan observai terhadap pelaku di Pelabuhan Batu. AB akhirnya ditemukan di speedboat tujuan Tarakan yang masih sandar di pelabuhan. Pelaku langsung digiring ke Polsek Sebatik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Ditemukan sabu-sabu yang disembunyikan di dalam sandal warna cokelat yang dikenakan pelaku,” ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui pelaku nekat membawa sabu-sabu lantaran dijanjikan upah sebesar Rp 50 juta. Aksi yang dilakukannya itu merupakan kali kedua, dengan tujuan sama yakni Palu.
“Pengakuan sudah dua kali. Pertama 250 gram. Setelah sampai di Tarakan kemudian melanjutkan perjalanan dengan pesawat menuju Palu,” tambah Kasat Reskoba Polres Nunukan, AKB Muhammad Hasan.
Persoalan Lama
Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit mengatakan, butuh kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat dalam menyelesaikan persoalan di perbatasan.
“Kami Polri juga mempunyai tugas yang sama. Namun, polisi bukanlah superman. Sehingga, membutuhkan kerja sama semua pihak,” kata Kapolda pertama Kaltara itu.
Indrajit pun mengakui, kasus penyelundupan barang dari Malaysia sudah menjadi permasalahan sejak lama. Dia menambahkan, saat ini Polda Kaltara masih melakukan sejumlah persiapan, termasuk sarana dan prasarana.
"Namun, dengan dukungan seluruh polsek-polsek, polres yang ada, juga belum cukup. Sehingga, kita harus bergerak bersama dengan instansi lainnya, TNI, BNN dan lainnya. Serta masyarakat luas,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
