
Ketua Granat Henry Yosodiningrat
JawaPos.com - Pihak kepolisian Polda Metro Jaya membantah telah mengamankan anak Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat yang dikabarkan menggunakan narkoba.
Henry mengatakan, pemeriksaan anak laki-lakinya di Polda Metro Jaya berdasarkan permintaannya sendiri. Pasalnya, dia kerap mendapatkan teror oleh nomor yang tak dikenal dan menyebut anaknya menggunakan narkoba.
"Belakangan ini saya dapat sms gelap yang menyatakan 'jangan sok, berhenti lu, anak lu sendiri pake (narkoba)'. Akhirnya saya penasaran, saya telepon Ditresnarkoba. Saya ceritakan, tolong dong gimana caranya kalian bisa periksa urinenya," kata Henry saat dihubungi JawaPos.com, Senin (10/4).
Anggota Komisi III ini menerangkan, hal yang membuatnya penasaran karena dirinya sempat putus komunikasi dengan anaknya. Namun, berdasarkan pengawasannya, tak ada ciri-ciri yang menunjukkan anaknya sebagai pemakai narkoba.
"Beberapa hari lalu saya putus komunikasi sama anak saya. Saya semakin minta (cek urine). Tapi diliat dari perilaku tidak ada perubahan, kalau dilihat dari disiplin nggak ada sama sekali. Bahkan dia baru lulus S-2 Hukum dengan nilai A. Orang pakai narkoba nggak bisa begitu," tutur Henry.
Lebih jauh Henry mengungkapkan, sang anak memang sempat masuk dalam jeratan narkoba dan telah direhabilitasi. Namun, kejadian itu sudah berlangsung 20 tahun lalu. Prestasi kerja anaknya yang meneruskan kantor hukumnya dengan mengerjakan perkara-perkara, dipastikan tidak sedikit pun terdapat ciri pengguna narkoba dalam diri anaknya.
"Kalau dilihat dari dia meng-handle perkara-perkara banyak. Memang 20 tahun lalu anak saya sempat jadi pemakai ya, anak saya sempat saya rehab. Tapi itu kan 20 tahun lalu ketika dia masih SMA dan sekarang dia sudah umur 38 dia sudah berkeluarga," ungkapnya.
Bahkan saat pemeriksaan itu, kata Henry, anaknya dengan percaya diri mengikuti proses yang dilakukan Polda Metro Jaya. Berdasarkan tes urine, dia mendapatkan informasi langsung dari Ditresnarkoba bahwa sang anak negatif narkoba.
"Dia dengan penuh percaya diri mengikuti itu dan tidak ditemukan barang bukti apa pun di tangannya. Kemudian saya dapat informasi itu negatif. Saya dapat informasi dari mereka yang melakukan tugas itu. Jadi mereka nggak salah melaporkan ke saya karena memang permintaan saya kan," pungkasnya.
Diwartakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, hasil tes urine terhadap anak Henry dinyatakan positif narkoba. Namun pemeriksaan tersebut berdasarkan permintaan orang tuanya sendiri.
"Sesuai permintaan orang tua dilakukan tes urine, hasilnya positif," kata Argo saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (10/4).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
