Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 April 2018 | 23.47 WIB

Indonesia Masuk Daftar Kebocoran Data Facebook, Begini Kata Menkominfo

Menkominfo Rudiantara - Image

Menkominfo Rudiantara

JawaPos.com - Facebook tengah menyita perhatian publik dunia belakangan ini lantaran skandal kebocoran data yang dialaminya terkuak.


Sebelumnya memang belum diketahui pasti perihal jumlah kebocoran data pengguna Facebook. Namun rumor menyebut bahwa angka tersebut berada di kisaran 56 juta pengguna yang menjadi korban pencurian data.


Hingga Rabu (4/4) kemarin, Facebook secara resmi mengumumkan jumlah kebocoran yang dialaminya. Tak main-main, jumlahnya melejit jauh dari rumor yang beredar sebelumnya. Totalnya ada 87 juta data pengguna yang bocor ke Cambridge Analytica (CA).


"Kami pikir informasi yang paling banyak bocor berada di wilayah Amerika Serikat (AS) yang kemungkinan bocor ke Cambridge Analytica," kata Facebook dalam keterangan di blog resminya.


Bahkan dari angka 87 juta itu, secara mengejutkan Indonesia ternyata berada dalam daftar yang masuk ke lubang kebocoran data. Lebih dari satu juta data pengguna Facebook di Indonesia turut bocor ke Cambridge Analytica.


Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika mengaku sudah berkomunikasi dengan Facebook sejak kasus tersebut merebak. "Saya bahkan telepon sendiri ke Facebook 10 hari yang lalu. Untuk apa? Memastikan apakah benar informasi tersebut. Kemudian meminta jaminan apakah Facebook sebagai penyelenggara sistem elektronik (PSE) sudah patuh dengan Peraturan Menteri Kominfo tahun 2016 tentang perlindungan data pribadi," jelas Rudiantara.


Menurutnya, memang ada indikasi pengguna Facebook di Indonesia turut terseret dalam kasus Cambridge Analytica. "Kami sedang meminta angka pastinya," kata Rudiantara.


"Kami juga sudah mulai berkoordinasi dengan teman-teman kepolisian mengantisipasi diperlukannya penegakkan hukum," pungkas pria yang akrab disapa Chief RA itu.


Seperti diberitakan sebelumnya, kasus kebocoran data yang dialami Facebook diduga dimanfaatkan oleh pihak ketiga dalam hal ini Cambridge Analytica (CA). CA diduga menjadi dalang atas kasus kebocoran data ini dan memanfaatkannya untuk memenangkan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS beberapa waktu lalu.


CA sendiri mengembangkan sebuah teknik untuk mendapat data Facebook dari kuis kepribadian. Tipe kuis yang memang cukup populer di Facebook ini dikerjakan perusahaan pihak ketiga, yakni Global Science Research.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore