
Lokasi pembunuhan di Kampung Rawa Malang, Jalan Bulak Cabe, RT 06/09, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (24/3).
JawaPos.com - Karnadi, 50, tewas mengenaskan dengan luka tusuk di bagian dada di rumahnya Kampung Rawa Malang, Jalan Bulak Cabe, RT 06/09, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (24/3). Pria paruh baya itu diduga dibunuh oleh dua orang pelaku.
Pembunuhan sadis diketahui dilakukan Sanusi, 45, dan Endro, 22. Kejadian itu sempat mebuat heboh warga sekitar. Karena Endro merupakan anak tiri dari korban, sedangkan Sanusi adalah mantan suami Tumina, 40, yang saat ini merupakan istri dari korban.
Masih dalam keadaan berduka dan meneteskan air mata, Tumina memaparkan bahwa kejadian itu terjadi begitu saja. "Saya lagi duduk di sini (ruang keluarga) sama suami. Lagi duduk mijitin kaki suami. Lalu tiba-tiba anak saya Endro membuka pintu lalu masuk laki-laki dan nusuk-nusuk suami saya, pakai semacam pisau gitu," kata Tumina Serak, saat ditemui JawaPos.com di Jalan Bulak Cabe, Jakarta Utara, Sabtu (24/3).
Rumah yang berdindingkan kayu dan beratapkan seng itu, terlihat ramai oleh para pelayat yang telah datang sejak siang tadi. Bendera kuning juga terikat keras di sebuah bangku berwarna merah.
Rumah Tumina dan almarhum Karnadi, juga terlihat kecil dan berdiri disamping kali Rawa Malang. Menurut pantauan JawaPos.com, keluarga itu tinggal di rumah yang kurang terawat. Semua struktur rumah hampir seluruhnya adalah kayu. Mereka juga hanya memiliki satu kasur tipis beralaskan kayu, yang dilapisi oleh bahan sejenis terpal.
"Kejadiannya sekitar jam 01.00 malam. Saya sendiri kaget saat kejadian itu. Saya mau nolongin suami saya malah didorong-dorong supaya tidak menolongnya. Akhirnya saya teriak minta tolong," lanjutnya dengam nada suara yang mulai terkontrol.
Tumina mengakui bahwa yang melakukan tindakan keji terhadap suami keduanya itu adalah suami pertamanya bernama Sanusi, dan telah lama tinggal di Madura. Tumina menduga Sanusi sudah bersekongkol dengan anaknya bernama Endro.
"Dugaan saya karena sebuah dendam 11 tahun silam. Dia sampai saat ini masih suami sah saya, dan almarhum karnadi juga suami sah saya," tutur Tumina sambil memeluk anaknya yang paling kecil.
Akan tetapi Tumina enggan memberikan komentar sebab dirinya meninggalkan suami pertamanya itu. Bahkan dia lebih memilih tinggal bersama dengan suami keduanya.
Kemudian Tumina juga memaparkan dari pernikahan yang pertamanya dengan Sanusi, dia memiliki empat orang anak dan salah satunya adalah pelaku pembunuhan tersebut.
"Dua di Jakarta dan dua di Madura, yang dari Madura itu si Endro sudah dua minggu di Jakarta. Dia juga ikut melakukan pembunuhan," cerita Tumina.
Sedangkan dengan suami keduanya, Tumina hanya memiliki dua orang anak yang masih kecil atau seusia balita. Kini dia harus mengurus kedua anaknya sendirian, tanpa seorang suami.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
