Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Maret 2018 | 01.06 WIB

Dendam 11 Tahun, Bapak dan Anak Bunuh Suami Baru Tumina

Lokasi pembunuhan di Kampung Rawa Malang, Jalan Bulak Cabe, RT 06/09, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (24/3). - Image

Lokasi pembunuhan di Kampung Rawa Malang, Jalan Bulak Cabe, RT 06/09, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (24/3).


JawaPos.com - Karnadi, 50, tewas mengenaskan dengan luka tusuk di bagian dada di rumahnya Kampung Rawa Malang, Jalan Bulak Cabe, RT 06/09, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (24/3). Pria paruh baya itu diduga dibunuh oleh dua orang pelaku.


Pembunuhan sadis diketahui dilakukan Sanusi, 45, dan Endro, 22. Kejadian itu sempat mebuat heboh warga sekitar. Karena Endro merupakan anak tiri dari korban, sedangkan Sanusi adalah mantan suami Tumina, 40, yang saat ini merupakan istri dari korban.


Masih dalam keadaan berduka dan meneteskan air mata, Tumina memaparkan bahwa kejadian itu terjadi begitu saja. "Saya lagi duduk di sini (ruang keluarga) sama suami. Lagi duduk mijitin kaki suami. Lalu tiba-tiba anak saya Endro membuka pintu lalu masuk laki-laki dan nusuk-nusuk suami saya, pakai semacam pisau gitu," kata Tumina Serak, saat ditemui JawaPos.com di Jalan Bulak Cabe, Jakarta Utara, Sabtu (24/3).


Rumah yang berdindingkan kayu dan beratapkan seng itu, terlihat ramai oleh para pelayat yang telah datang sejak siang tadi. Bendera kuning juga terikat keras di sebuah bangku berwarna merah.


Rumah Tumina dan almarhum Karnadi, juga terlihat kecil dan berdiri disamping kali Rawa Malang. Menurut pantauan JawaPos.com, keluarga itu tinggal di rumah yang kurang terawat. Semua struktur rumah hampir seluruhnya adalah kayu. Mereka juga hanya memiliki satu kasur tipis beralaskan kayu, yang dilapisi oleh bahan sejenis terpal.


"Kejadiannya sekitar jam 01.00 malam. Saya sendiri kaget saat kejadian itu. Saya mau nolongin suami saya malah didorong-dorong supaya tidak menolongnya. Akhirnya saya teriak minta tolong," lanjutnya dengam nada suara yang mulai terkontrol.


Tumina mengakui bahwa yang melakukan tindakan keji terhadap suami keduanya itu adalah suami pertamanya bernama Sanusi, dan telah lama tinggal di Madura. Tumina menduga Sanusi sudah bersekongkol dengan anaknya bernama Endro.


"Dugaan saya karena sebuah dendam 11 tahun silam. Dia sampai saat ini masih suami sah saya, dan almarhum karnadi juga suami sah saya," tutur Tumina sambil memeluk anaknya yang paling kecil.


Akan tetapi Tumina enggan memberikan komentar sebab dirinya meninggalkan suami pertamanya itu. Bahkan dia lebih memilih tinggal bersama dengan suami keduanya.


Kemudian Tumina juga memaparkan dari pernikahan yang pertamanya dengan Sanusi, dia memiliki empat orang anak dan salah satunya adalah pelaku pembunuhan tersebut.


"Dua di Jakarta dan dua di Madura, yang dari Madura itu si Endro sudah dua minggu di Jakarta. Dia juga ikut melakukan pembunuhan," cerita Tumina.


Sedangkan dengan suami keduanya, Tumina hanya memiliki dua orang anak yang masih kecil atau seusia balita. Kini dia harus mengurus kedua anaknya sendirian, tanpa seorang suami.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore