Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Maret 2018 | 19.00 WIB

Adrian Yunan: Karya Baik Lahir dari Keresahan Pembuatnya

Adrian Yunan saat ditemui di rumahnya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. - Image

Adrian Yunan saat ditemui di rumahnya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.

JawaPos.com - Awalnya tak mudah bagi Adrian Yunan menerima kenyataan tak lagi bisa melihat. Tetapi, mantan bassist Efek Rumah Kaca (ERK) ini mengaku percaya ada makna dibalik semua kejadian, meskipun buruk sekalipun.


Ikhlas, Adrian mulai berdamai dengan kondisinya. Hasilnya, sungguh luar biasa, dia mengaku menjadi orang yang berbeda dari sebelumnya. Adrian Yunan yang lebih berempati lahir.


"Gua merasa semenjak nggak lihat nih, jadi lebih punya empati sih. Kalau dulu tuh sebenernya walaupun kita aware sama banyak hal, tapi ternyata di sisi lain saya merasa saya orang yang agak cuek. Dan fatalnya cuek nya justru sama rumah," ungkapnya saat wawancara khusus bersama JawaPos.com, belum lama ini.


Dia menjadi lebih peka terhadap rumah yang dahulu hanya menjadi tempatnya pulang melepas lelah. Adrian menjadi lebih dalam terkoneksi secara emosi dengan semua hal yang ada di rumahnya, termasuk keluarganya.


Kemudian, tak disangka, dari rumah sederhana berlantai dua di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, lahir karya-karya yang sederhana dan jujur.


"Sebenarnya semua lagu di album Sintas temanya keseharian. Dan ternyata kalau saya ngerasainnya nikmat banget mengangkat tema-tema yang sebenarnya hal-hal kecil tapi penting buat kita. Nikmatnya beda lah," katanya.


Tak cuma membuat Adrian Yunan lebih berempati, kegelapan juga membuatnya resah. Resah akan masa depan, resah akan nasibnya. Tapi, tak ingin terjerumus lebih dalam dengan keresahan, dia memilih bangkit dan berkarya.


"Mungkin dari keresahan-keresahan yang dulu sampai sekarang, saya mulai lebih peka sama keresahan-keresahan itu ketika saya mulai nggak lihat. Setiap hal jadi penting. Kita harus merasakan sendiri keresahan-keresahan itu," ujarnya.


Baginya, suatu karya yang bagus lahir dari keresahan si pembuatnya. Dalam kasusnya, kegelapan menjadi pemicu menghasilkan musik yang lebih jujur. Di samping itu, membuatnya lebih menghargai semua yang diberikan Tuhan.


"Dulu mimpi lewat aja buat saya. Padahal, saya percaya kok Tuhan tuh ngasih mimpi nggak sia-sia. Ini ada maksudnya Tuhan ngasih mimpi, bukan cuma bunga tidur. Tapi dulu saya nggak pernah bisa nulis tentang betapa berkesannya mimpi saya. Justru, saya sekarang ngerasain, ketika saya mulai nggak lihat," tuturnya.


Kini, mimpi menjadi sangat berarti buat seorang Adrian Yunan. Melalui mimpi, dia kembali bisa melihat visual.

Editor: Novianti Setuningsih
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore