
Stephen Hawking
JawaPos.com - Stephen Hawking mengembuskan napas terakhirnya di kediamannya di Cambridge, Rabu (14/3) dini hari. Pria asal Inggris yang dikenal dengan teori lubang hitam dan relativitas itu meninggal di usia 76 tahun.
Sang profesor itu memiliki nama lengkap Stephen William Hawking yang lahir pada 8 Januari 1942. Sepanjang hidupnya, Stephen Hawking sering melontarkan pernyataan yang kontroversial. Yang paling menyita perhatian dunia adalah pernyataan tentang keberadaan Tuhan.
“Ada ‘grand design’ atas alam semesta ini. Akan tetapi tidak ada hubungannya dengan Tuhan. Ilmu pengetahuan akan mendekati ‘teori segalanya’ dan bila memang demikian, kita akan tahu rancangan besar sebenarnya,” begitulah kira-kira pernyataan Stephen Hawking semasa hidup.
Stephen Hawking dianggap sebagai salah satu orang terpintar di Bumi. Dia adalah ahli fisika dan kosmologi teoretis terkenal di dunia yang telah menerima banyak penghargaan atas karyanya di bidang kosmologi, fisika kuantum, lubang hitam, dan sifat ruang-waktu.
Jadi tidak heran ketika dunia seketika memperhatikan dirinya atas pernyataan dan keraguannya tentang Tuhan. Hawking membuat pernyataan ini pada tahun 2014 saat wawancara dengan Pablo Jauregui, seorang wartawan dari El Mundo, sebuah surat kabar berbahasa Spanyol.
Pernyataan Stephen Hawking yang menolak keberadaan Tuhan seharusnya tidak mengejutkan siapa pun. Sepanjang tahun, Hawking telah membuat banyak pernyataan yang bertentangan dengan kepercayaan agama.
"Kami hanya monyet yang berkembang di planet kecil dan bintang yang sangat banyak. Tapi kita bisa mengerti alam semesta. Itulah yang membuat kita sangat spesial. Ada perbedaan mendasar antara agama yang didasarkan pada otoritas, dan sains yang didasarkan pada pengamatan dan nalar. Ilmu pengetahuan akan menang karena berhasil," katanya.
Lebih lanjut, Stephen Hawking menilai bahwa setiap manusia bebas untuk memercayai apa yang diinginkannya. “Dan inilah pandangan saya bahwa penjelasan yang paling sederhana adalah tidak ada Tuhan tidak ada yang menciptakan alam semesta kita, dan tidak ada yang mengarahkan takdir kita,” kata Stephen Hawking.
Terlepas dari kontroversinya mengenai Tuhan, Stephen Hawking juga kerap kali menyebut bahwa seharusnya manusia sudah mulai memikirkan tempat tinggal lain selain Bumi. Stephen Hawking mendorong agar manusia membangun peradaban di luar angkasa seperti planet lain atau bahkan Bulan.
Bukan tanpa alasan, menurutnya, langkah tersebut untuk menghindari bencana atau pecahnya perang di Bumi. “Cepat atau lambat, bencana seperti tabrakan dengan asteroid atau nuklir akan membinasakan manusia. Namun, begitu kita pergi ke luar angkasa dan mendirikan peradaban independen, masa depan kita akan aman,” ujarnya demikian.
Kehancuran peradaban manusia, jagat raya, dan segala isinya memang sangat sulit untuk diprediksi hingga kapan pun. Namun ada banyak orang termasuk Hawking yang berusaha untuk memprediksi nasib kehidupan di dunia dengan meninjau kondisi yang ada saat ini.
Stephen Hawking yang juga seorang profesor Lucasian dalam bidang matematika di Universitas Cambridge yang merupakan anggota dari Gonville and Caius College itu memperkirakan beberapa faktor yang mampu menghancurkan bumi. Bahkan, dia memprediksi bahwa salah satu penyebab kehancuran ialah Donald Trump yang merupakan Presiden Amerika Serikat (AS).
Ya, Donald Trump selaku presiden AS dituding menjadi penyebab hari kiamat. Beralih dari pindahnya peradaban manusia menuju planet lain atau Bulan, Hawking menyebut bahwa kiamat akan terjadi lantaran ulah Trump.
Donald Trump dituding Hawking dapat mengakibatkan kepunahan manusia. Sebab, Trump dianggap tak menyadari bahwa saat ini Bumi tengah dilanda perubahan iklim.
"Bumi mendekati titik kritis saat pemanasan global tak dapat diubah lagi. Tindakan Trump bisa mendorong Bumi menjadi Venus, yaitu planet dengan suhu 2.500 derajat dan hujan asam sulfat," terangnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
