
IKON CFD: Sejumlah warga tampak mengabadikan momen saat kereta melintas di tengah-tengah CFD di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (11/3).
JawaPos.com - Hampir setiap Kota di Indonesia mempunyai kawasan bebas kendaraan bermotor atau yang dikenal dengan nama Car Free Day (CFD). Tidak terkecuali dengan Kota Solo. Tetapi, gelaran CFD di Solo terdapat satu keunikan yang tidak ada di kota lain, bahkan hanya satu-satunya di Indonesia.
Yakni keberadaan kereta Batara Kresna dan Sepur Kluthuk Jaladara. Dua kereta tersebut sering terlihat mondar-mandir saat gelaran CFD berlangsung.
Dan pemandangan ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang mengunjungi CFD di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Memang terlihat aneh saat ribuan orang asyik bercengkerama menikmati suasana CFD tiba-tiba ada kereta melintas.
Dengan suara klakson yang memekakkan telinga sebagai tanda kereta tersebut akan datang. Mendengar suara klakson orang-orang yang semula berada di atas jalur kereta langsung minggir. Mereka ada yang berada di utara kereta maupun selatan kereta.
Meski melaju di tengah kerumunan, tetapi kecepatan kereta sangat pelan. Rata-rata kecepatan saat melintas di kawasan CFD tidak lebih dari 20 km/jam. Selain suara sirene, biasanya ada sejumlah petugas yang memberitahu warga untuk agak menjauh dari area kuning kereta.
Seperti biasa, warga yang melihat keunikan tersebut langsung mengambil ponsel untuk mengabadikannya. Ada yang memotret, ada juga yang memvideokan. Bahkan tidak sedikit yang berswafoto di depan kereta tersebut.
Keunikan CFD ini cukup dirasakan oleh Sulistiyowati, 34. Ibu rumah tangga dari Kabupaten Karanganyar tersebut cukup antusias datang ke CFD Solo. Dan salah satunya ingin mendapatkan momen saat kereta Batara Kresna dan Jaladara melintas. "Ya memang uniknya di sini (ada keretanya)," katanya saat berbincang dengan JawaPos.com, Minggu (11/3).
Sulistiyowati menambahkan, hal tersebut tidak akan bisa ditemui di kota lainnya. Yakni sembari berolahraga di CFD sekaligus melihat kereta melintas di samping. "Malah mirip di luar negeri," katanya bangga.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Weny, 29. Menurutnya, keberadaan dua kereta yang sudah menjadi ikonik itu memang menjadi daya tarik tersendiri. "Ya kalau beruntung bisa berswafoto di depan kereta, tapi kalau pas tidak ada yang lewat ya tidak bisa foto. Dan ini yang menarik," ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
