
Petugas melibatkan anjing pelacak untuk menguak misteri kematian mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol (Purn) Agus Samad
JawaPos.com - Misteri tewasnya mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol (Purn) Agus Samad belum menemui titik terang. Bahkan setelah hampir satu bulan berlalu sejak kejadian, pihak kepolisian masih belum juga menemukan penyebab tewasnya mantan Kapolres Blitar tersebut.
Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan, pihaknya akan segera merilis penyebab tewasnya Agus. "Akan rilis dengan baik. Jangan satu-satu," ujarnya, Sabtu (10/3). Ketika ditanya sudah berapa persen perkembangan kasus tersebut, dirinya masih enggan menjawab.
"Nanti dirilis pada saat yang tepat semuanya. Setelah final," ujarnya singkat.
Seperti diberitakan sebelumnya, Warga Bukit Dieng Permai, Kecamatan Sukun, Kota Malang, dikejutkan dengan penemuan tewasnya purnawirawan polisi, Kombes Pol (Purn) Agus Samad, Sabtu (24/2) pagi. Dia ditemukan tergeletak di dalam rumahnya, blok MB 9, RW 05 RT 09 sekitar pukul 08.00 WIB.
Penemuan mayat tersebut berawal dari laporan warga yang mengecek keberadaan Agus di rumahnya. Hal itu berawal dari pesan istrinya yang berada di Bali ketika menghubungi rumah dan tidak didapatkan jawaban. Akhirnya sang istri menelepon tetangganya untuk mengecek keadaan rumahnya.
Namun, setelah dilakukan pengecekan ternyata Agus ditemukan sudah tidak bernyawa. Kondisi Agus saat itu pun terbilang ganjal. Pasalnya, kondisi Agus saat itu terbilang ganjal. Dirinya ditemukan dengan kondisi salah satu kaki terikat tali rafia yang diikatkan di pagar lantai tiga rumahnya.
Pihak kepolisian pun telah beberapa kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa sampel darah pun telah dikirimkan ke laboratorium. Beberapa saksi juga telah dilakukan pemeriksaan, termasuk istri dan anak-anak korban.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
