Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Maret 2018 | 07.00 WIB

Kabareskrim Ceramahi Anak Buahnya soal Tangani Kasus Korupsi

Kabareskrim Komjen Ari Dono (kiri) ketika konfrensi pers salah satu kasu yang ditangani jajarannya, beberapa waktu lalu. - Image

Kabareskrim Komjen Ari Dono (kiri) ketika konfrensi pers salah satu kasu yang ditangani jajarannya, beberapa waktu lalu.

JawaPos.com - Jika dibandingkan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kinerja aparat kepolisian untuk menangani kasus rasuah kerap kurang mendapat respons positif dibanding publik. Bahkan kasus itu menghadapi sejumlah kendala. 


Menyikapi masalah itu, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto menceramahi anak buahnya dalam menangani kasus korupsi tersebut. Dia mendorong penyidik dari Bhayangkara untuk tidak segan-segan bertanya dan meminta bantuan kepada KPK, jika menangani kasus korupsi.


Sarankan itu langsung dialamatkan Ari kepada Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Ahmad Wiyagus. Dikatakannya, kalau Brigjen Ahmad Wiyagus mau tak usah malu minta tolong ke KPK. "Sebaiknya kita minta tolong dengan KPK," ujar Ari Dono pada acara Rakornis Bareskrim Polri di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Kamis (8/3).


Dalam menangani kasus korupsi, tidak masalah KPK mengomandoi dan penyidik kepolisian yang bekerja. Tidak hanya itu, permintaan tolong itu bisa juga dalam hal bantuan anggaran sebuah kasus. Sebab selama ini anggaran Polri untuk menyidik sebuah kasus itu cukup terbatas.


Sementara KPK tidak demikian. Agar kasus tindak pidana korupsi yang ditangani Polri berjalan mulus, tidak masalah berbagi atau minta tolong ke KPK. Sebab anggaran KPK untuk menangani sebuah kasus lebih tinggi dibanding Polri.


"Begitu mesranya kita (polri) dengan KPK dalam semua kegiatan, baik itu personal atau tidak, maupun untuk kerja sama di lapangan," jelasnya.


Ceramah Ari tidak hanya ditujukan pada Direktorat Tindak Pidana Korupsi saja, tapi juga kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus).


Jenderal bintang tiga itu berpendapat, kini Polri maupun KPK tidak bisa kerja sendiri. Pasalnya, korupsi di Indonesia seakan tidak ada putusnya walaupun segala macam cara sudah dilakukan KPK maupun Polri.


"Korupsi di negara kita ini, saya bilang anomali, karena begitu tegas KPK, dan kita semua sudah melakukan penegakan hukum tetapi ini terus, terus," pungkas Ari Dono.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore