
Joko Widodo (Jokowi) dideklarasikan sebagai calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
JawaPos.com – Isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali ramai di ruang publik. Menurut pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin, isu ini tidak akan pernah padam apalagi di tahun politik.
Ujang mengatakan, isu kebangkitan PKI sengaja ditujukan kepada Joko Widodo (Jokowi) dan partai berkuasa. Alasannya, kata Ujang, orang yang menghembuskan isu kebangkitan PKI ini tidak ingin Jokowi menjadi pemenang pemilu 2019, dan menjabat sebagai Presiden RI dua periode.
“Makanya isu ini akan terus muncul dan dikelola supaya menjadi besar,” kata Ujang kepada JawaPos.com, Sabtu (3/3).
Oleh sebab itu, ia pun yakin ada dalang di balik kencangnya isu kebangkitan PKI di era Jokowi ini. Ujang berharap, pihak kepolisian memberikan perhatian lebih terhadap isu ini dan bisa membongkar orang-orang di balik isu ini.
“Jadi, enggak mungkin isu itu muncul dengan sendirinya. Tidak ada asap jika tidak ada api. (Isu) Itu pasti ada yang mengelolanya,” pungkas Ujang.
Pendapat Ujang sesuai dengan hasil survei opini publik Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tentang isu kebangkitan PKI. Hasil survei yang dirilis September 2017 itu menunjukkan isu kebangkitan PKI sengaja diciptakan, dan tidak muncul secara alamiah.
Direktur SMRC Sirojuddin Abbas memaparkan, hasil tabulasi silang dengan preferensi partai politik menunjukkan, orang-orang yang percaya kebangkitan PKI mayoritas adalah pemilih PKS (37 persen), Partai Gerindra (20 persen), dan PAN (18 persen).
Yang menarik, mereka yang percaya isu kebangkitan PKI justru berusia di bawah 21 tahun. Orang-orang ini juga aktif mengakses media sosial. Sirojuddin menuturkan, temuan ini mengonfirmasi, isu PKI tidak muncul secara alamiah.
“Harusnya yang lebih tahu bahwa sekarang sedang terjadi kebangkitan PKI adalah kalangan warga yang senior. Sebab, mereka (para senior) lebih dekat masanya dengan masa PKI hadir di pentas politik nasional dibandingkan warga yang lebih junior, atau produk masa reformasi,” kata Sirojudin dalam paparan Jumat (29/9).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022