Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Maret 2018 | 16.05 WIB

Gairahkan Semangat Membaca dari Lapak Buku Gratis

Komunitas Gubuk Jajak Wacana membuka lapak perpustakaan jalanan di alun-alun - Image

Komunitas Gubuk Jajak Wacana membuka lapak perpustakaan jalanan di alun-alun

Cara Jordi Aldhy menumbukan budaya literasi di rumah cukup menarik dan terbilang berani. Meski berusia muda dia sudah mampu menyediakan lapak baca buku gratis untuk masyarakat umum. Menariknya buku itu merupakan koleksi pribadi dan urunan dengan kawan-kawannya.


LODITYA FERNANDEZ, Ngawi


SEJUMLAH remaja tampak memadati sebuah "lapak" di salah satu sudut Alun-Alun Merdeka Ngawi pagi itu. Sebagian terlihat sedang serius membaca, sisanya masih sibuk memilih buku bacaan. "Kami biasa menyebut ngelapak karena mirip jualan. Tapi, ini gratis untuk dibaca," kata Jordi Aldhy Vivaldi, penggagas Komunitas Gubuk Jajak Wacana.


Terbentuknya Gubuk Jajak Wacana berawal saat Jordi liburan ke Jogjakarta. Di sebuah kesempatan saat di Kota Gudeg, dilihatnya beberapa anak jalanan asyik membaca buku di pinggir jalan. Jordi yang doyan melahap buku bacaan pun kaget. "Biasanya mereka kan sekadar nggrombol dengan kegiatan yang tidak jelas," tuturnya seperti dilansir Radar Madiun (Jawa Pos Group).


Remaja kelahiran 23 Februari 2001 itu pun lantas memiliki ide menyediakan buku gratis bagi anak jalanan maupun masyarakat umum di Ngawi. "Saat saya sampaikan kepada dua teman yang juga hobi baca, mereka sepakat," kata Jordi.


Sejak itu ketiganya rajin kopi darat hingga akhirnya terbentuk komunitas Gubuk Jajak Wacana. Meski terkesan jadul, nama tersebut memiliki filosofi kuat. Mencomot kata gubuk lantaran bisa digunakan semua kalangan. Jajak mengandung makna tegak dan bertahan. Sedangkan wacana artinya bacaan.


Sesuai rencana awal, setiap Sabtu dan Minggu komunitas itu menggelar kegiatan ngelapak buku di seputaran alun-alun. Maklum, lokasi tersebut menjadi jujukan warga saat akhir pekan, terutama ketika car free day (CFD). Buku yang disediakan pun beragam, mulai otobiografi tokoh, novel, hingga sejumlah literasi lain. "Ada puluhan buku," tuturnya.


Buku yang diusung saat ngelapak itu merupakan koleksi pribadi dan sebagian dibeli dengan cara urunan. Sisanya dari keuntungan hasil penjualan kaus bertuliskan kritik sosial dengan kalimat menggelitik.


Meski jelas-jelas memiliki kegiatan positif, ada saja komentar miring menerpa komunitas Gubuk Jajak Wacana saat ngelapak. Ada pula pengunjung yang mengira mereka sedang berjualan. "Tanya harganya berapa, padahal untuk baca gratis," ujarnya sembari menyebut komunitasnya juga kerap menggelar kegiatan sosial dengan dana dari hasil penjualan merchandise.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore