
Ilustrasi: Penyidik KPK memperlihatkan barang bukti uang suap hasil operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Subang, Jabar, beberapa waktu lalu.
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah calon kepala daerah. Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut pihaknya memang intens melakukan pemantauan.
"Ini sebetulnya kami sudah mempelajari juga. Karena ada beberapa calon kepala daerah yang mau ikut kompetisi di pilkada yang akan datang. Padahal kita tahu persis yang bersangkutan tidak lama lagi akan jadi tersangka," kata Agus di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (1/3).
Kemudian, kata Agus, bila ada informasi valid soal dugaan pidana korupsi, KPK langsung bergerak melakukan OTT. "Kami sudah diskusi, apa tidak sebaiknya diumumkan saja, supaya kemudian rakyat tidak salah pilih," sebut Agus.
Agus mengatakan, OTT tersebut juga menjadi pengingat agar calon kepala daerah, terutama petahana, tidak main-main dengan dana rakyat. Agus menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan amanah.
"Jadi yang sering polanya ini dipergunakan untuk kampanye, untuk pemenangan yang bersangkutan dalam pilkada yang akan datang," kata Agus.
Agus pun kembali mengingatkan bahwa pihak KPK telah mengantongi banyak informasi mengenai calon kepala daerah lainnya. Dia menambahkan, tidak tertutup kemungkinan target-target tersebut bakal menyusul terkena operasi KPK.
"Dan tidak tertutup kemungkinan daerah lain juga bisa nambah lagi kalau mereka tidak berhenti," ujarnya.
"Jadi ini peringatan keras bagi teman-teman, terutama incumbent (petahana) yang kemudian melakukan kompetisi di pilkada yang akan datang. Kadang bukan incumbent juga, kadang untuk mendukung pihak tertentu ada juga," katanya lagi.
Terkait penindakan di masa pilkada, KPK sudah menetapkan tersangka dalam operasi tangkap tangan, antara lain calon Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latief, calon Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, serta calon Gubernur NTT Marianus Sae.
Kemudian, calon Bupati Subang Imas Aryumningsih, serta calon Bupati Lampung Mustafa. Terakhir, KPK mengamankan calon Gubernur Sulawesi Tenggara.
Asrun sebelumnya menjabat Walikota Kendari dua periode, yakni 2007-2012 dan 2012-2017. Dia diamankan bersama anaknya, Adriatma Dwi Putra (ADP), yang juga Walikota Kendari saat ini. Mereka kini sudah dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
