
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) Saat meresmikan Grha Suara Muhammadiyah di Jogja.
JawaPos.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo resmi diangkat menjadi warga Muhammadiyah. Alasannya, visi dan pemikiran politikus partai Golkar yang akrab disapa Bamsoet itu dinilai sejalan dengan organisasi yang saat ini dipimpin oleh Haedar Nashir.
Penetapan Bamsoet sebagai warga Muhammadiyah itu digelar secara spontan pada acara peresmian Grha Suara Muhammadiyah di Yogyakarta, Minggu (25/2).
Hadir pula sejumlah tokoh dan elite organisasi yang didirikan tahun 1912 itu, mulai dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Buya Ahmad Syafii Maarif, Menkominfo Rudiantara, Mendikbud Muhadjir Effendy, anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Mukhamad Misbakhun, anggota Fraksi Nasdem DPR RI Ahmad Syahroni.
Selian itu, hadir juga Ketua Umum PP Aisyah, Nurjanah, Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Pol Ahmad Dofiri, serta mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas.
Dalam pidato sambutannya, Bamsoet mengaku sangat bangga telah menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah. "Walaupun hari ini saya baru disematkan baju batik resmi Muhammadiyah," ucap Bamsoet dalam keterangan tertulisnya.
Selain itu, Bamsoet menjelaskan, dirinya menyampaikan kegalauannya mengenai perkembangan praktik demokrasi yang belakangan ini makin tak menggembirakan. Diantaranya, ihwal pemilihan kepala daerah yang yang sangat transaksional.
“Saya meminta secara khusus agar Muhammadiyah mengkaji kembali sistem pemilihan langsung dalam demokrasi kita, terutama dalam pilbup, pilwalkot dan pilgub. Apa lebih banyak mudaratnya atau manfaatnya," ungkapnya
Lebih lanjut, Bamsoet menambahkan, jika demokrasi transaksional yang brutal terus dibiarkan berlangsung, maka bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia akan dikuasai oleh para pemodal baik langsung maupun tidak langsung.
"Bisa jadi, 10-20 tahun ke depan, kita tidak mungkin lagi punya presiden yang di belakang namanya berakhiran ‘O’. Seperti Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Karena peran para pemodal semakin mendominasi,” ujarnya
Disisi lain, mantan Presidium KAHMI periode 2012-2017 ini mengatakan, dirinya mengharapkan peresmian gedung Grha Suara Muhammadiyah ini menjadi motor untuk memajukan Suara Muhammadiyah sebagai media kebanggaan Muhammadiyah.
“Apalagi, saat ini tantangan bisnis media di era digital makin berat. Bahkan tidak sedikit media konvensional yang gulung tikar akibat tidak bisa menyesuaikan perubahan zaman. Saya angkat topi karena Suara Muhammadiyah yang sudah berusia 103 tahun bisa tetap survive dan menjadi media terlama yang masih terbit serta eksis," ungkapnya.
Menurut pandangan Bamsoet, kekuatan Suara Muhammadiyah terletak pada kreativitas dan inovasi anak-anak muda yang menggawanginya. Sehingga, diharapkannya media ini dapat menjadi benteng anak muda dari pengaruh paham radikalisme serta aliran pemikiran ekstrim lainnya.
Karena itu, Bamsoet menuturkan, dirinya berpesan agar Suara Muhammadiyah tidak berhenti berikhtiar dan melakukan terobosan. Terlebih, Suara Muhammadiyah pada Hari Pers Nasional 2018 menerima penghargaan sebagai Media Dakwah Perjuangan Kemerdekaan RI dalam Bahasa Indonesia.
"Saya yakin Suara Muhammadiyah tetap akan menjadi media dakwah dan pendidikan yang mencerdaskan kehidupan umat dan bangsa. Media perjuangan yang kokoh menyuarakan modernisasi pemikiran Islam serta membela kebenaran dan keadilan," tukasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
