
Masyarakat Kabupaten Asmat, Papua, Minggu (25/2).
JawaPos.com – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memprioritaskan pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi di Kabupaten Asmat, Papua. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sana.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga mengatakan, meski sebagian besar lahan di Asmat berupa rawa dengan pasang surut tinggi, namun daerah ini memiliki curah hujan tinggi dan sungai yang bisa menjadi sumber air baku.
“Kami berupaya agar ketersediaan air cukup. Oleh karena itu, kami programkan penampungan air baku baik dari sungai maupun air hujan,” kata Danis melalui keterangan resmi kepada JawaPos.com, Minggu (25/2).
Air baku itu nantinya akan diolah melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang sudah ada. Kementerian PUPR membuat IPA baru dan memasang pipa distribusi, di samping melakukan perbaikan IPA eksisting.
Danie memaparkan, salah satu masalah ditemukan di Distrik Agats, ibukota Kabupaten Asmat. IPA eksisting di sana hanya berkapasitas 10 liter per detik. Sangat tidak ideal lantaran hanya memenuhi sepertiga dari kebutuhan jumlah penduduk yang sekitar 30.000 jiwa.
Apalagi, air yang dihasilkan IPA tersebut masih berwarna coklat. Oleh karena itu, lanjut Danis, IPA yang baru akan dilengkapi teknologi agar air yang dihasilkan tidak lagi berwarna coklat.
Selain membangun dan memperbaiki IPA, Kementerian PUPR juga memasang lima hidran umum yang tersebar di Kantor Bupati, RSUD, aula, Masjid An Nur, dan Kantor Dinas Pendidikan.
Adapun untuk masalah sanitasi, Danis mengatakan, Kementerian PUPR menyiapkan septictank yang khusus untuk wilayah rawa. Modelnya, sedikit berbeda dari septictank yang biasa digunakan pada wilayah tanah keras.
“Program air bersih dan sanitasi ini ditargetkan selesai tahun 2018,” ujar Danis.
Sementara itu, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto menambahkan, pemerintah akan melakukan perbaikan jalan lingkungan dan membangun tiga jembatan gantung.
“Kementerian PUPR juga memiliki program bantuan stimulan rumah swadaya bagi 1.000 unit rumah sehingga menjadi rumah yang layak huni dan membangun Rumah Khusus di Kampung Syuru, Distrik Agats, sebanyak 150 Unit,” pungkas Arie.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
