
Nandang Triyana, pelaku penyerangan terhadap KH Hakam Mubarok di Lamongan diduga mengidap penyakit jiwa. Nandang ternyata warga Cirebon.
JawaPos.com - Pernyataan polisi yang menyebut pelaku penganiaya ulama di sejumlah daerah dilakukan orang gila atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), mendapat kritik dari kalangan akademisi. Kesimpulan tersebut dinilai terburu-buru.
Pakar Kesehatan dari Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Prof Dr Budi Anna Keliat, SKp, M App Sc mengkritik kasus tersebut yang menyebut ODGJ sebagai dalang pelaku. Budi menegaskan bahwa kata gila sebaiknya jangan dipakai lagi.
"Orang gila adalah istilah yang tidak dipakai lagi secara profesional setelah terbitnya UU Kesehatan Jiwa nomor 18 tahun 2014," tukasnya saat berbincang dengan JawaPos.com, Jumat (23/2).
Budi menjelaskan, ODGJ atau orang dengan gangguan jiwa adalah sebutan pada mereka yang sakit atau gangguan jiwanya. Pada klien gangguan jiwa atau ODGJ terjadi gangguan pada pikiran, perilaku, dan perasaan.
Sedangkan orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) adalah orang dengan masalah kejiwaan. Yaitu orang yang mempunyai faktor risiko terjadinya gangguan jiwa. Menurut Budi, untuk menetapkan seseorang mengalami gangguan jiwa perlu penjangkauan terstandar oleh tenaga profesional dalam kesehatan jiwa
"Jika seseorang melakukan kekerasan pada seseorang tidak sertamerta disebutkan gila atau ODGJ sebelum diperiksa oleh tenaga keswa yang profesional," tegas Budi.
Jika polisi menyangka pelaku adalah gangguan jiwa, lanjutnya, maka polisi perlu meminta bantuan tenaga profeaional keswa untuk memeriksa dan menetapkannya. Karena itu belakangan polisi juga sudah meminta maaf karena terburu-buru menyimpulkan kasus tersebut dilatarbelakangi oleh ODGJ.
"Ada prosedur yang disebut visum et repertum untuk menetapkan seseorang pelaku kriminal benar atau tidak gangguan jiwa," papar Budi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
