Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Februari 2018 | 01.18 WIB

Iran Peringatkan Sikap tak Pasti AS Bisa Timbukan Krisis Nuklir

Rudal Iran - Image

Rudal Iran

JawaPos.com - Iran memperingatkan akan terjadinya krisis nuklir jika kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dibatalkan. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengeluhkan ketidakpastian yang diciptakan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.


Dalam sebuah pidato di Chatham House London pada Kamis, (23/2), Araghchi mengatakan, ketidakpastian di bawah Presiden AS Donald Trump telah membuat lebih sulit bagi Iran untuk tetap melakukan kesepakatan tersebut.


"Jika kita kehilangan JCPOA, kita akan menghadapi krisis nuklir lagi. Ini adalah pilihan antara keamanan dan ketidakamanan di tingkat dunia," ujar Araghchi.


Araghchi sebagai Juru Runding Nuklir Utama Iran juga mengisyaratkan bahwa Iran dapat menarik diri dari kesepakatan jika Amerika gagal untuk memetik manfaat yang diharapkan dari kesepakatan tersebut.


JCPOA adalah kesepakatan nuklir internasional yang ditandatangani oleh Iran dan kekuatan dunia pada 2015 lalu di Wina, Austria. Sesuai kesepakatan itu, sejumlah sanksi ekonomi terhadap Iran dicabut dengan imbalan aktivitas nuklir Iran dibatasi.


Di bawah kesepakatan itu ada enam negara yang menandatangani JCPOA. Mereka adalah AS, Rusia, Jerman, Prancis, Inggris, Tiongkok, serta Uni Eropa.


Dalam pidatonya Araghchi menyatakan, kesepakatan yang diharapkan dapat menjadi cara untuk menyelesaikan krisis nuklir bisa berubah menjadi masalah besar dan berbahaya bagi seluruh dunia.


"Jelas ketidakpastian AS tersebut memiliki dampak besar pada perdagangan luar negeri karena investor tetap waspada dan bank-bank besar terus menjauh karena takut sanksi AS," ujar Pengamat Politik Internasional Mohammad Hashemi seperti dilansir Al Jazeera.


Gelombang protes dalam beberapa bulan terakhir di Iran yang terjadi akibat kesengsaraan ekonomi, ketegangan politik, dan dugaan korupsi menambahkan lebih banyak tekanan pada pemerintahan Presiden Hassan Rouhani untuk melakukan langkah besar guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Iran.



Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore