Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Februari 2018 | 03.22 WIB

Diduga Dianiaya Ayah Tirinya, Balita Ini Alami Sejumlah Luka

DIKUNJUNGI: Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana saat menjenguk P, korban penganiayaan, Minggu (18/2). - Image

DIKUNJUNGI: Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana saat menjenguk P, korban penganiayaan, Minggu (18/2).

JawaPos.com - Balita korban penganiayaan, P, 4, diketahui mengalami sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya. Selain itu, perut korban juga dilakukan ultrasonography (USG) oleh tim medis dr. Moewardi, Solo. Ini dilakukan karena, korban mengeluh sakit saat perut ditekan. 


Salah seorang pendamping P dari Unit Pelaksana Teknis (UPT), Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Solo (PTPAS) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (PPPA dan PM), Kota Solo, Suprastika Sardjono mengungkapkan, bahwa kondisi perut korban keras saat ditekan.


"Makanya untuk memastikan kondisinya langsung ditangani oleh tim medis dari RSUD dr Moewardi, Solo," ungkap perempuan yang akrab disapa Tika kepada JawaPos.com, Minggu (18/2). 


Lebih lanjut Tika mengatakan, selain kondisi perut korban, juga ditemukan sejumlah luka lainnya. Seperti bekas luka mengelupas di bagian alat vitalnya. Diduga, luka tersebut dikarenakan siraman air panas.


Kemudian tim pendamping juga menemukan beberapa luka lebam di bagian tubuh lainnya. "Luka tersebut seperti terlihat di lengan, kaki dan juga di bagian tangannya," ucapnya. 


Tika juga mengatakan bahwa, diduga korban sudah mengalami penganiayaan cukup lama. Hal ini terlihat saat korban hendak dipasang selang infus. Menurut psikolog dari PTPAS tersebut, biasanya seorang anak akan menangis saat dipasang selang infus di tangannya. Karena tusukan jarum akan dirasakan oleh anak tersebut. 


Tetapi, hal ini tidak terlihat pada P. Ia seperti sudah terbiasa mengalami luka yang lebih berat dibandingkan dengan tusukan jarum infus.


"Seperti dia sudah terbiasa mengalami penganiayaan yang lebih berat dari ini, dan ini sangat janggal untuk anak seumurannya," ungkapnya.


Sementara, mengenai kondisi korban sendiri Tika menuturkan, sudah mengalami perkembangan yang cukup baik. Terlihat dari respons RP saat diajak berkomunikasi dan juga diajak untuk bermain. Tetapi, saat disinggung masalah keluarga, P langsung berubah murung.


Sebagaimana diberitakan, Aparat Polsek Banjarsari mengamankan dua orang kakak beradik atas dugaan penganiayaan terhadap balita berinisial P, 4. Kedua tersangka adalah Dedi, 32, dan Iwan, 22. Mereka ditangkap di sebuah hotel di Banjarsari, Solo, Jumat (16/2) sore.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore