
Pembangunan rumah baca Tetra Pak Indonesia
JawaPos.com - Tak mudah untuk menumbuhkan gaya hidup gemar membaca. Para orang tua bisa mulai menghidupkan minat membaca sejak dini pada buah hati.
Tetra Pak Indonesia melalui kegiatan employee engagement perusahaan membangun sebuah rumah baca bagi sebuah sekolah negeri di Dawuan, Cirebon. Wilayah Dawuan ini juga memiliki sekitar 2.532 anak di bawah usia 12 tahun. Uniknya, bangunan rumah baca digagas dari penggunaan bahan-bahan hasil daur ulang kemasan karton Tetra Pak sebagai material. Pembangunan rumah baca ini diharapkan dapat mengembangkan minat baca pada anak.
Menurut data yang dikeluarkan oleh UNDP dengan data penelitian Unesco, menyebutkan bahwa hanya 1 dari 1.000 orang Indonesia yang bersemangat untuk membaca.
"Kami senang bisa membangun sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami selalu memikirkan dampak yang lebih luas dari operasi kami terhadap lingkungan dan masyarakat," ujar Communications Manager Tetra Pak Indonesia, Gabrielle Angriani dalam keterangan tertulis, Minggu (18/2).
Gabrielle menjelaskan pembangunan ‘Rumah Baca Untuk Negeri’ yang menggunakan bahan hasil daur ulang dari produk kemasan karton Tetra Pak ini merupakan wujud nyata bagi lingkungan dan terhadap masyarakat, terutama di daerah Cirebon ini. "Semoga rumah baca ini dapat membantu warga sekitar untuk meraih mimpi dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik,” ungkap Gabrielle
Environment Manager Tetra Pak Indonesia, Reza Andreanto mengatakan sebagian besar material yang digunakan dalam proses pembangunan rumah baca ini adalah bahan hasil daur ulang kemasan yang diproduksi oleh mitra pabrik karton bekas. Bahan utama yang digunakan untuk kemasan makanan dan minuman adalah 75 persen paperboard dan terbuat dari bahan kayu berserat tinggi serta tersertifikasi FSC (Forest Stewardship Council).
"Dengan adanya lapisan polyethylene sebagai adhesive dan aluminium foil sebagai barrier, maka dapat menghasilkan kemasan yang kuat dan stabil,” jelas Reza.
Reza menjelaskan bahwa daur ulang sampah pasca-konsumen (post-consumer waste recycling) memang menjadi salah satu komponen penting dalam agenda manjemen lingkungan Tetra Pak. Secara global, pihaknya memiliki target untuk meningkatkan recycling rate hingga 40 persen di tahun 2020.
“Saat ini kami memiliki 3 kategori penawaran daur ulang bagi mitra-mitra terkait, yang pertama adalah fiber recycling yaitu daur ulang kertas kemasan karton bekas untuk menjadi pulp bagi produsen kertas daur ulang, yang kedua adalah polyal recycling yaitu penerapan polimer dan aluminium dari kemasan karton bekas," paparnya.
Tidak hanya mendirikan rumah baca, para karyawan Tetra Pak juga mengajak anak untuk turut serta dalam lomba cerdas cermat antar siswa.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
