Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Februari 2018 | 21.47 WIB

Penyerangan terhadap Pemuka Agama, PPP Ingatkan Fenomena Ninja

Wasekjen PPP Achmad Baidowi (kiri) - Image

Wasekjen PPP Achmad Baidowi (kiri)

JawaPos.com - Fenomena penyerangan terhadap ulama dan rumah ibadah akhir-akhir ini mengingatkan pada isu ninja pada 1990-an. Sebab kejadiannya begitu beruntun.


Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi menegaskan, peristiwa beruntun itu harus bisa menjadi perhatian bagi pemerintah. Khususnya kepada kepolisian dalam menjaga keamanan. "Ini harus menjadi perhatian pemerintah dalam hal keamanan," ujar Baidowi kepada JawaPos.com, Jumat (16/2).


Apalagi, ungkap Anggota Komisi ‎II DPR itu, oknum yang menyerang ulama tersebut adalah orang stres. Akan tetapi anehnya kepada setiap yang menyerang itu orang stres semua dan korbannya ulama dan pendeta. "Anehnya kok orang gila bisa tepat sasarannya yakni tokoh agama," katanya.


Menurut Baidowi, kasus penyerangan terhadap pemuka agama ini  mengingatkan pada kasus tahun 90-an dengan fenomena Ninja maupun berkedok dukun santet.


Oleh sebab itu dia menduga, oknum pelaku tersebut hanya ingin menciptakan suasana gaduh dengan tujuan tertentu. Mengingat 2018 ini adalah tahun politik. "Memasuki tahun politik maka segala hal selalu dihubung-hubungkan dengan politik," pungkasnya.


Sekadar informasi, setidaknya ada tiga ulama dan satu pendeta yang diserang oleh orang tidak dikenal. Serangan pertama menimpa Pengasuh Pondok Pesantren al-Hiadayah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Emon Umar Basri, Sabtu (27/1).


Serangan kedua dialami Ustad Prawoto, Komandan Brigade Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) pada 1 Februari 2018. Prawoto meninggal dunia akibat serangan yang dilakukan oknum tetangga yang diduga alami gangguan kejiwaan.


Ketiga, menimpa Ustad Abdul Basit. Dia dikeroyok belasan pemuda, di Jalan Syahdan, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (11/2) dini hari. ‎ Akibat peristiwa pengeroyokan, Ustad Basit menderita luka pada bagian tangan yang terkena sabetan celurit beberapa pemuda.


Keempat, pada (11/2) lalu, pendeta dan jemaat Gereja Santa Lidwina, Kabupaten Sleman, DIY, diserang. Empat jemaat luka-luka dan pendeta yang memimpin ibadah pun terluka akibat serangan menggunakan samurai.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore