
Wasekjen PPP Achmad Baidowi (kiri)
JawaPos.com - Fenomena penyerangan terhadap ulama dan rumah ibadah akhir-akhir ini mengingatkan pada isu ninja pada 1990-an. Sebab kejadiannya begitu beruntun.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi menegaskan, peristiwa beruntun itu harus bisa menjadi perhatian bagi pemerintah. Khususnya kepada kepolisian dalam menjaga keamanan. "Ini harus menjadi perhatian pemerintah dalam hal keamanan," ujar Baidowi kepada JawaPos.com, Jumat (16/2).
Apalagi, ungkap Anggota Komisi II DPR itu, oknum yang menyerang ulama tersebut adalah orang stres. Akan tetapi anehnya kepada setiap yang menyerang itu orang stres semua dan korbannya ulama dan pendeta. "Anehnya kok orang gila bisa tepat sasarannya yakni tokoh agama," katanya.
Menurut Baidowi, kasus penyerangan terhadap pemuka agama ini mengingatkan pada kasus tahun 90-an dengan fenomena Ninja maupun berkedok dukun santet.
Oleh sebab itu dia menduga, oknum pelaku tersebut hanya ingin menciptakan suasana gaduh dengan tujuan tertentu. Mengingat 2018 ini adalah tahun politik. "Memasuki tahun politik maka segala hal selalu dihubung-hubungkan dengan politik," pungkasnya.
Sekadar informasi, setidaknya ada tiga ulama dan satu pendeta yang diserang oleh orang tidak dikenal. Serangan pertama menimpa Pengasuh Pondok Pesantren al-Hiadayah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Emon Umar Basri, Sabtu (27/1).
Serangan kedua dialami Ustad Prawoto, Komandan Brigade Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) pada 1 Februari 2018. Prawoto meninggal dunia akibat serangan yang dilakukan oknum tetangga yang diduga alami gangguan kejiwaan.
Ketiga, menimpa Ustad Abdul Basit. Dia dikeroyok belasan pemuda, di Jalan Syahdan, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu (11/2) dini hari. Akibat peristiwa pengeroyokan, Ustad Basit menderita luka pada bagian tangan yang terkena sabetan celurit beberapa pemuda.
Keempat, pada (11/2) lalu, pendeta dan jemaat Gereja Santa Lidwina, Kabupaten Sleman, DIY, diserang. Empat jemaat luka-luka dan pendeta yang memimpin ibadah pun terluka akibat serangan menggunakan samurai.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
