
Ayah kandung Alum, Jorge Langone saat dirawat di rumah sakit umum daerah di Makassar karena percobaan bunuh diri.
JawaPos.com – Kabar mengejutkan datang dari Makassar. Masih ingat dengan kasus penculikan seorang bocah Argentina, Alum Langone?
Ayah kandung Alum, Jorge Langone diketahui nekat mengakhiri hidupnya dengan cara memotong urat nadi di pergelangan tangan kirinya.
Hal tersebut dilakukannya diduga lantaran menolak apabila harus dipulangkan kembali ke negara asalnya Argentina.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Makassar, Noer Putra Bahagia, Selasa (13/2). Putra mengungkapkan, percobaan bunuh diri itu dilakukan Jorge sekitar pukul 05.00 WITA.
"Jadi tangannya itu diiris pakai pecahan. Tadi tahunya waktu Candella, temannya berteriak-teriak minta tolong ke petugas yang saat itu jaga," ungkap Putra di Makassar.
Mendengar teriakan dari Candella kata Putra, dua orang petugas piket saat itu langsung bergerak cepat menuju ruangan tempat keduanya didetensikan.
"Petugas ini pikirnya cek cok mereka berdua, ternyata setelah beberapa kali minta tolong berteriak, makanya petugas piket langsung cepat ke ruangan mereka. Setelah tiba ternyata darah dari tangannya sudah banyak di lantai ruangan," tuturnya.
Beberapa menit berselang, setelah mencoba memberikan pertolongan untuk mengobati sementara luka irisan dari tangan Jorge, petugas kemudian bergegas untuk langsung membawanya ke rumah sakit umum daerah yang tak begitu jauh dari kantor Imigrasi Kelas I Makassar.
Putra mengatakan, beberapa hari sebelumnya Jorge memang sering mempertanyakan terkait proses kelanjutan hukumnya. Jorge kata Putra mengaku jika tidak ingin dideportasi ke negara asalnya untuk menjalani proses hukum.
"Dia depresi karena dia tidak mau dideportasi. Dia tidak mau pulang ke negaranya. Dia lebih pilih dan bersedia dihukum di Indonesia karena pelanggaran keimgrasiannya dari pada dia harus pulang ke negaranya kemudian dihukum di sana," jelas Putra.
Jorge kata Putra lagi, memilih untuk menjalani hukuman di Indonesia. Penolakan keras itu kata Putra, dilakukan Jorge karena merasa dirinya tak bersalah dengan membawa Alum.
"Jadi menjelang proses deportasinya, dia merasa kalau dia ini tidak diperjuangkan untuk jalani proses hukum di Indonesia. Dia berkali-kali minta tolong ke kita supaya kita pertahankan. Tapi kita menghormati apa yang sudah dijalankan oleh Interpol makanya kita harus patuh soal aturan itu," terang Putra.
Saat ini ditambahkan Putra, Jorge masih menjalani perawatan medis oleh tim dokter rumah sakit dan tim Imigrasi yang bertanggungjawab untuk mendampingi. Sementara Candella tetap berada di ruang detensi kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
