Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Februari 2018 | 03.26 WIB

Suaminya Dituduh Lecehkan Pasien, Istri Perawat Mengadu ke Bareskrim

Potongan video pasien yang meminta pasien rumah sakit untuk meminta maaf padanya. - Image

Potongan video pasien yang meminta pasien rumah sakit untuk meminta maaf padanya.

JawaPos.com - Dugaan pelehan seksual yang dituduhkan kepada Zunaidi Abdilah membuat dia kehilangan pekerjaan sebagai perawat di National Hospital Surabaya. Atas tuduhan Widya, perempuan yang mengaku dilecehkan itu mem buat Winda Rimawati, istri Zunaidi Abdilah, marah. Dia melaporkan balik Widya ke Bareskrim Polri.


"Saya melaporkan Yudi sama Widya karena merekam tanpa izin dan menyebarkan video viral itu," kata Winda kepada wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta, Senin (12/2).


Widya dan Yudi Wibowo merupakan pasangan suami istri (pasutri) yang dilaporkan Winda Rimawati. Pasutri itu dilaporkan ke Bareskrim pada Sabtu (10/2).


Winda Rimawati mengatakan, suaminya ditekan dan diarahkan untuk mengakui pelecehan terhadap Widya. Padahal menurut pengakuan suaminya tidak ada perbuatan meremas bagian dada tersebut.


"Semuanya mengarahkan, jadi suami saya tertekan di situ, merasa dipojokkan. Suami saya nggak ada pembelaan sama sekali," ungkapnya.


Dari cerita Zunaidi yang kini menjadi tersangka di Polrestabes Surabaya, Widya mengatakan bahwa rekaman yang beredar di media sosial pun tidak utuh.


Sebelumnya beredar video berdurasi lima menit. Video itu menampilkan tayangan dari Widya yang meminta Zunaidi mengakui perbuatannya yang diduga telah melecehkan pasien.


Dia diminta untuk mengatakan khilaf dan meminta maaf seraya bersalaman, lantas semua permasalahan dianggap selesai. "Sebelumnya sudah ada pembicaraan. Pada waktu itu sudah ada dialog. Semua sudah dikondisikan seperti itu," imbuhnya.


Sayangnya, Zunaidi baru menyadari bahwa peristiwa minta maaf itu direkam oleh Yudi ketika dia bersalaman. "Suami saya baru menyadari suami pasien merekam. Jadi sebelumnya nggak ada izin untuk merekam. Tanpa sepengatahuan dan tanpa izin terlebih dahulu," tegas Winda.


Dia pun mengaku memiliki bukti rekaman yang utuh. "Ada bukti rekaman. (CCTV) rumah sakit ada tapi kalau ruang rawat inap nggak ada," ujarnya. Dia menduga motif dari perekaman tersebut adalah uang. "Mungkin bisa ditanyakan ke Mas Yudi," tukas Winda.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore