
Longsor di Kampung Maseng, RT 02/RW 08, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
JawaPos.com - Tanah longsor juga terjadi di Kampung Maseng RT 02/08 Desa Warungmenteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jabar, sekitar pukul 12.00 WIB, Senin (5/2). Akibatnya berjatuhan korban meninggal dunia karena insiden tersebut.
Karena medan yang sulit dan cuaca yang tidak memungkinkan, proses evakuasi dari petugas gabungan dihentikan sekitar pukul 18.00 dan akan dilanjutkan pagi ini.
Mereka yang masih dinyatakan hilang adalah satu keluarga Asep Tajuddin. Yakni sang istri, Nani, 30, dan keempat anak mereka Alan, 17, Adit, 9, Aldi, 8, dan bayi Aurel, 2.
Asep Tajuddin, 42, suami dan ayah para korban tak menduga longsor besar bisa menimbun kediamannya hingga rata dengan tanah. "Anak saya empat, dan istri saya belum ditemukan. Rumah habis," tutur Asep kepada Radar Bogor Group Jawa Pos, Senin (5/2) malam, di kediaman kerabat, tak jauh dari lokasi longsor.
Asep mengaku pasrah dan ikhlas atas apa yang terjadi sebagai kehendak tuhan. Namun ia berharap masih ada keajaiban dan keluarganya dapat ditemukan dalam kondisi selamat. Pun jika tidak, ia berharap pemerintah bergegas menemukan jenazah istri dan keempat anaknya.
"Kalau memang keluarga saya sudah meninggal, agar segera ditemukan jenazahnya. Itu harapan saya," tuturnya.
Cecep Saefulloh, 45, kakak dari korban Nani, mengaku sempat mendapat firasat atas musibah tersebut. Tiga hari sebelum kejadian, sang adik minta dirinya dan keluarga untuk bersilaturahmi kekediaman Nani di Cijeruk.
"Iya, saya bilang, tapi belum sempat. Saya minta pemerintah bantu temukan, jika meninggal jasadnya segera ditemukan. Mudah-mudahan ada keajaiban," tuturnya berkaca-kaca
Longsoran tanah memutus jalur KA Sukabumi-Bogor dan menimbun tiga rumah beserta penghuninya. "Rumah tersebut milik keluarga saudara Anggi Oktavia, bapak Asep Tajudin, dan bapak Jana," ujar Kapolsek Cijeruk, Kompol Saifuddin Ibrahim.
Informasi yang dihimpun, ada 13 orang yang sempat dinyatakan hilang akibat longsor tersebut. Tim SAR gabungan bersama TNI-Polri langsung bergerak meminjan alat berat dari proyek pengerjaan Tol Bocimi, untuk mengeruk material longsor dan mencari korban.
"Kita mulai evakuasi sekitar pukul 13.00 WIB menggunakan beko Waskita dan anjing pelacak membuka jalan sambil mencari korban di bawah," ujar Kapolres Bogor AKBP Andi M. Dicky Pastika Gading, yang memimpin langsung proses evakuasi.
Gerak cepat itu membuahkan hasil. Sebanyak delapan korban ditemukan dalam kondisi selamat dan hanya mengalami luka-luka ringan.
Mereka langsung dibawa ke puskesmas Caringin untuk mendapat perawatan. "Sementara lima orang masih dalam pencarian," kata Andi kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group) di lokasi longsor.
Sementara 19 jiwa terdampak longsor kini terpaksa mengungsi ke kerabat atau rumah tetangga yang lebih aman.
"Proses evakuasi menemui kesulitan karena medan yang berat dan cuaca hujan di pematang sawah. (Korban) terus dalam pencarian," tegas Andi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
