Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Februari 2018 | 21.47 WIB

Terungkap! Penyebab Banyaknya Kecelakaan Proyek di Era Jokowi-JK

Crane proyek DDT kereta api di Jatinegara - Image

Crane proyek DDT kereta api di Jatinegara

JawaPos.com - Kemarin, Minggu (4/2), crane proyek rel ganda Manggarai-Jatinegara jatuh dan memakan empat korban jiwa. Kecelakaan konstruksi ini menjadi kejadian ke-14 selama enam bulan terakhir.


Anggota Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) Lazuardi Nurdin mengatakan, pengawasan konstruksi dalam proyek masih sangat lemah. "Saya melihat kelemahannya di bagian pengawasan. Itu yang harus dilihat, kalau tidak, kecelakaan konstruksi akan terjadi terus," ujar Lazuardi kepada JawaPos.com, Selasa (6/2).


Dalam pengerjaan proyek itu, katanya, tidak hanya dari sisi perencanaan dan pelaksanaan. Namun, pembangunan konstruksi harus melihat juga dari tahap pengawasannya.


Menurutnya, kecelakaan yang terjadi saat ini berada dalam tahap pelaksanaannya. Untuk itu, kontraktor wajib memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap pelaksanaannya.


"Bila dari sisi perencanaan tidak bagus, berarti ada kegagalan bangunan. Kecelakaan yang terjadi selama enam bulan terakhir, bukan dari tahap perencanaan tapi dalam pelaksanaan pembangunannya," jelasnya.


Lebih lanjut, Lazuardi menambahkan, para pekerja konstruksi diawasi konsultan supervisi. Jika ada yang salah dalam pembangunannya, pengerjaan proyek harusnya dihentikan.


"Bila konsultan melihat ada potensi kecelakaan kerja, mereka harus menyetop pekerjaan dan memeriksa bersama-sama. Kalau sudah aman baru bisa dilanjutkan," tegasnya.


Selain itu, lanjutnya, unsur si pelaksana atau perilaku kerja yang tidak aman juga tak kalah penting dalam pembangunan proyek. Para pekerja harus selalu diawasi agar proyek berjalan dengan baik.


"Saya melihat kelemahannya itu di bagian pengawasan. Itu yang harus dilihat, kalau tidak, pembangunan konstruksi akan terjadi terus," katanya.


Dia menjelaskan para pekerja juga harus mematuhi aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sehingga kecelakaan proyek bisa segera diatasi.


"Kita lihat di pertambangan. Kenapa jarang terjadi kecelakaan? Karena mereka taat kepada sistem manajemen K3. Nah, itu yang memang harus dikejar terus. Kalau tidak taat, ke depan insiden kecelakaan kerja akan terus ada," pungkasnya.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore