Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Februari 2018 | 16.19 WIB

Jumlah Penderita Campak Menurun, Status KLB di Asmat Dicabut

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggendong seorang anak yang menderita gizi buruk di RSUD Agats, - Image

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggendong seorang anak yang menderita gizi buruk di RSUD Agats,

JawaPos.com - Pemerintah resmi mencabut status Kejdian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Asmat, Papua.


Bupati Asmat, Elisa Kambu mengatakan, kebijakan itu diambil berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan Asmat.


"Dengan memerhatikan usul Dinkes Asmat melalui surat Nomor 800/50/Dinkes/2/2018, maka saya nyatakan KLB campak telah berakhir," jelas Bupati Asmat Elisa Kambu pada Senin (5/2) malam, di Posko Satgas KLB Campak dan Gizi Buruk Campak.


Data dari Dinkes Asmat menyebut terjadi penurunan penderitaan Campak di RSUD Agats. Saat ini penderita campak hanya tersisa 12 orang. Sembilan gizi buruk, sisanya campak. Salah satu faktor menurunnya penderita campak lantaran keberhasilan pemberian vaksin di 224 kampung di 23 distrik Asmat.


Elisa sendiri telah menemui secara langsung pasien rawat inap campak dan gizi buruk yang dirawat di RS.


"Berpatokan kepada Permenkes Nomor 1501 Tahun 2010, kami telah melakukan evaluasi sejak 15 Januari 2018. Hasilnya wabah campak menurun," jelas dia.


Meski menyatakan KLB telah berakhir, Elisa tetap memberikan pelayanan kesehatan bagi warga setempat untuk mencegah kembalinya wabah Campak.


"Model penanggulangan seperti di Asmat akan direplikasi di tempat lain. Kami di Asmat masih memerlukan dukungan. Masih butuh perawat dan dokter," kata Elisa.


Sementara GM Komunikasi Lembaga Kemanusiaan ACT, Lukman Aziz mengatakan, pencabutan status KLB bukan berarti keadaan emergency selesai. Pihaknya akan terus memberikan pelayanan kesehatan beserta bantuan pangan untuk warga Asmat.


"Selama masih terjadi kondisi gizi buruk dan campak di sini, kami akan tetap melakukan upaya penanganannya. Sesuai program yang kita buat, langkah emergency ini akan dilakukan hingga tiga bulan ke depan. Dilanjutkan ke program recovery,” beber kata Lukman, Selasa (6/2).


Untuk diketahui, tercatat 72 orang anak meninggal dunia. Mereka yang meninggal akibat campak sebanyak 66 orang dan gizi buruk 6 orang. Jumlah meninggal di RS sebanyak 8 orang, sisanya ditemukan di kampung per September hingga 4 Februari 2018, dengan penyebaran merata. Adapun pasien rujuk ke RSUD Agats ditemukan pada 20-22 Januari 2018 lalu.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore