
bongkar muat barang
Jawapos.com - Presiden Joko Widodo meminta proses bongkar muat barang atau dwelling time dipangkas menjadi dua hari saja di pelabuhan. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan daya saing. Namun begitu, nyatanya sulit untuk menekan durasi dwelling time menjadi dua hari.
Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Arief Toha, mengaku kesulitan merealisasikan dwelling time menjadi 2 hari. "Kalau 2 hari rasanya kok tinggi banget targetnya," ujar Arief di Jakarta, Senin (5/2).
Untuk proses preclearance saja, kata Arief, dibutuhkan proses yang memakan waktu paling cepat 1,8 hari. Itupun terjadi pada Februari tahun lalu.
"Jadi saya kira rata rata itu paling cepat, 1,8 hari preclearance-nya itu Februari tahun lalu," kata dia.
Sementara untuk proses customs clearance, lanjutnya, memang tidak butuh waktu lama yakni bisa kurang dari 1 hari. Sementara untuk proses post clearance, kata Arief, paling cepat terjadi 1,2 hari. Apabila dihitung, total waktu yang dibutuhkan dari preclearance hingga post clearance memerlukan waktu hingga lebih dari 3 hari.
"Kalau ditotal aja (preclearance) 1,8 hari tambah (customs clearance) 0,2 hari udah 2 hari. Belum lagi ditambah post clearance 1,2 hari," tuturnya.
Jadi, lanjut dia, paling cepat kalau dwelling time itu dari pengalaman data 2017 secara total mencapai 3,2 hari. "Makanya kalau 2 hari rasanya jauh sekali," jelasnya.
Strategi untuk mempercepat
Akan tetapi, pihak pelabuhan dan stakeholder terkait juga melakukan sejumlah upaya untuk mempercepat proses dwelling time. Salah satunya dengan menyiapkan fasilitas informasi 7x24 jam.
"Importirnya pun segera memberikan atau segera melaporkan ke Bea dan Cukai kalau sudah siap diperiksa barangnya," jelasnya.
Selain itu, Arief mengaku pihaknya juga telah menyediakan layanan registrasi online. Dengan adanya fasilitas online pada tahap post clearance, pemilik barang tidak perlu bolak-balik mengurus dokumen.
"Dulu butuh satu hingga tiga hari, dengan online 2 jam sudah selesai. Jadi itu bisa mempercepat," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
