Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Februari 2018 | 20.32 WIB

Santri Garut Mengaku Dikeroyok Orang Tak Dikenal, Begini Kata Polisi

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Seorang santri Pondok Pesanteren Al-Futuhat, Garut, Jawa Barat, mengaku dikeroyok orang tidak dikenal pada Sabtu (3/2). Hal tersebut viral di media sosial. Sebelum melakukan pemukulan, pelaku bertanya prihal pondok pesantren ke santri tersebut.


Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengonfirmasi bahwa ada laporan terkait hal itu di tempatnya. "Sementara sudah beredar di medsos ramai. Lebih bagus saya pastikan di lapangan biar direkonstruksi ulang," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Senin (5/2).


Dia mengaku Polres Garut sudah memeriksa korban. Namun, ketika ditanya siapa pelakunya, santri yang belum disebutkan namanya itu mengatakan tidak mengetahuinya.


"Kami pulangkan dulu. Satu orang saja yang merasa dianiaya. Pengakuannya saya digebukin, ditanya siapa (pelakunya)? (Santri menjawab) nggak tahu," sebut Budi.


Saat dihubungi JawaPos.com, Budi mengatakan tengah melakukan prarekonstruksi guna mengetahui pasti kejadian tersebut. Pihaknya akan mendalami kesaksian orang-orang yang berada di tempat kejadian perkara.


"Untuk sementara kami lagi mau prarekonstruksi dulu. Dimana kejadiannya, kapan kejadiannya," tuturnya.


Sebab, lanjut dia, sejauh ini ada dua versi yang didapat Polres Garut. "Pertama pengaduan sesuai yang dilaporkan, versi kedua tidak ditemukan luka lebam segala macam," tambahnya.


Sejauh ini juga belum dapat dipastikan apakah benar ada pelaku penganiayaan tetsebut atau tidak. "Pelaku belum ditangkap dan belum tentu juga ada pelakunya," tukas Budi.


Sekadar informasi, dari pesan berantai yang diterima JawaPos.com mengatasnamakan pondok pesanteren Al-Futuhat, dikatakan ada pengeroyokan terhadap santrinya.


"Telah terjadi pengkeroyokan kepada santri anak didik kami, dengan modus menanyakan pimpinan pesantren, bahkan si pelaku menggunakan benda tajam," tulis pesan singkat tersebut.


Sebelum dipukuli, santri yang tidak disebutkan namanya ditanya beberapa hal oleh pelaku. Yaitu asal, tempat mengaji dan siapa pengasuh pondok pesantren tempat si santri mengaji.


Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 19.30 sore pada 3 Februari 2017, di daerah Kadungora, Kabupaten Garut, Jabar.


Di dalam pesan itu, dinyatakan bahwa sebelum kejadian, ada dua orang gadis tidak dikenal sedang berfoto-foto dan bertanya tentang pondok pesantren. Mereka mengaku orang Bandung.


"Kami tidak terlalu curiga hanya saja khawatir ada antek-antek oknum yang tidak bertanggung jawab, menggunakan modus tersebut untuk hal yang tidak diinginkan," kata pesan itu.


Terakhir, pesan tersebut meminta agar para santri diminta siap siaga menjaga guru-guru di Ponpes Al-Futuhat.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore