
Ilustrasi
JawaPos.com - Seorang santri Pondok Pesanteren Al-Futuhat, Garut, Jawa Barat, mengaku dikeroyok orang tidak dikenal pada Sabtu (3/2). Hal tersebut viral di media sosial. Sebelum melakukan pemukulan, pelaku bertanya prihal pondok pesantren ke santri tersebut.
Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengonfirmasi bahwa ada laporan terkait hal itu di tempatnya. "Sementara sudah beredar di medsos ramai. Lebih bagus saya pastikan di lapangan biar direkonstruksi ulang," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Senin (5/2).
Dia mengaku Polres Garut sudah memeriksa korban. Namun, ketika ditanya siapa pelakunya, santri yang belum disebutkan namanya itu mengatakan tidak mengetahuinya.
"Kami pulangkan dulu. Satu orang saja yang merasa dianiaya. Pengakuannya saya digebukin, ditanya siapa (pelakunya)? (Santri menjawab) nggak tahu," sebut Budi.
Saat dihubungi JawaPos.com, Budi mengatakan tengah melakukan prarekonstruksi guna mengetahui pasti kejadian tersebut. Pihaknya akan mendalami kesaksian orang-orang yang berada di tempat kejadian perkara.
"Untuk sementara kami lagi mau prarekonstruksi dulu. Dimana kejadiannya, kapan kejadiannya," tuturnya.
Sebab, lanjut dia, sejauh ini ada dua versi yang didapat Polres Garut. "Pertama pengaduan sesuai yang dilaporkan, versi kedua tidak ditemukan luka lebam segala macam," tambahnya.
Sejauh ini juga belum dapat dipastikan apakah benar ada pelaku penganiayaan tetsebut atau tidak. "Pelaku belum ditangkap dan belum tentu juga ada pelakunya," tukas Budi.
Sekadar informasi, dari pesan berantai yang diterima JawaPos.com mengatasnamakan pondok pesanteren Al-Futuhat, dikatakan ada pengeroyokan terhadap santrinya.
"Telah terjadi pengkeroyokan kepada santri anak didik kami, dengan modus menanyakan pimpinan pesantren, bahkan si pelaku menggunakan benda tajam," tulis pesan singkat tersebut.
Sebelum dipukuli, santri yang tidak disebutkan namanya ditanya beberapa hal oleh pelaku. Yaitu asal, tempat mengaji dan siapa pengasuh pondok pesantren tempat si santri mengaji.
Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 19.30 sore pada 3 Februari 2017, di daerah Kadungora, Kabupaten Garut, Jabar.
Di dalam pesan itu, dinyatakan bahwa sebelum kejadian, ada dua orang gadis tidak dikenal sedang berfoto-foto dan bertanya tentang pondok pesantren. Mereka mengaku orang Bandung.
"Kami tidak terlalu curiga hanya saja khawatir ada antek-antek oknum yang tidak bertanggung jawab, menggunakan modus tersebut untuk hal yang tidak diinginkan," kata pesan itu.
Terakhir, pesan tersebut meminta agar para santri diminta siap siaga menjaga guru-guru di Ponpes Al-Futuhat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
