
DICIDUK: Petugas kepolisian setempat mengamankan tersangka yang kedapatan mengubur bayinya sendiri.
JawaPos.com - Tak butuh waktu lama bagi Polres Siak untuk mengungkap siapa orang tau yang tega membuang lalu mengubur bayinya di kebun ubi.
Selang beberapa jam setelah jasad bayi berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan, polisi berhasil mengamankan seorang pria berinisial AN dan kekasihnya SG yang diduga sebagai orang tua dari bayi tersebut, pada Selasa (30/1) siang.
"Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, dugaannya mengarah kepada kedua pelaku. Diduga bayi itu hasil hubungan gelap," ungkap Kapolres Siak kepada JawaPos.com, Selasa (30/1) malam.
Saat diinterogasi, kedua pelaku mengaku bahwa bayi itu sengaja dikubur di areal kebun karena ketika dilahirkan bayi tersebut telah meninggal dunia, pada Sabtu (27/1) sekitar pukul 22.00 WIB. "Alasan mereka bahwa mayat bayi tersebut sudah meninggal dunia saat lahir," jelas Barli.
Untu saat ini, kedua pelaku sudah diamankan di Mapolres Siak guna penyidikan lebih lanjut. Sementara jasad bayi dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru guna otopsi.
Seperti diberitakan sebelumnya, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Lisana Waruwu, 24 pekerja areal PT RAPP Barak Kelantan, Kampung Lubuk Jering, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Mantan Kapolres Meranti tersebut menceritakan, penemuan bayi itu bermula ketika Lisana sedang mencari daun ubi untuk dimasak menjadi sayur di areal perkebunan PT RAPP, pada Selasa (30/1) sekitar pukul 07.00 WIB. "Saat hendak ke kebun, saksi tergelincir di gundukan tanah dan mencium bau busuk dari tanah tersebut," ungkapnya.
Merasa curiga dengan gundukan tanah yang masih basah tersebut, Lisana pun memanggil Faduhusi Waruwu, 26 agar dapat menggalinya.
Betapa kagetnya kedua orang ini, saat melihat gundukan tanah yang mereka gali berisi sesosok mayat bayi mungil berjenis kelamin perempuan yang telah meninggal dunia.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
