Sabtu, 24 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Events

Penganiaya KH Umar Basri Ditangkap, Pelaku Menunjukan Gelagat Gila

| editor : 

Lokasi penganiayaan KH Umar Basri di Bandung

Lokasi penganiayaan KH Umar Basri di Bandung (Jabar Ekspres/Jawa Pos Group)

JawaPos.com - Polisi berhasil menangkap pelaku penganiayaan KH Umar Basri. Dari hasil keterangan saksi-saksi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), penyidik akhirnya mengamankan pelaku tunggal dalam kasus tersebut. Kabar penangkapan tersebut dibenarkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Barat Kombes Pol Umar Surya Fana.

Namun, hingga saat ini, mantan Kapolres Bekasi itu belum mau mengungkap identitas tersangka. "Sudah, namanya saya belum konfirm yah, tapi sudah dapat orangnya," ungkap Umar kepada JawaPos.com, Minggu malam (28/1).

Umur menuturkan, bahwa tersangka juga telah mengaku melakukan pemukulan kepada pimpinan pesantren Al Hidayah. Fakta itu juga didukung dengan adanya luka memar di tangan tersangka.

"Kita juga sedang visum tangan yang bekas mukul, karena dia ngaku habis mukulin orang," lanjut Umar.

Namun, fakta mengejutkan terungkap. Dia menyebut bahwa tersangka diduga mengalami gangguan jiwa. Sebab, ketika diajak berdialog tersangka selalu memberi jawaban ngawur.

"Kemungkinan orang gila stress. Ditanya gak nyambung, senyum-senyum sendiri," imbuh Umar.

Dugaan ini juga didukung dari keterangan saksi yang berada di lokasi kejadian. Saksi melihat tersangka menunjukan gelagat aneh sesaat sebelum melakukan pemukulan. Tingkah tak lazim ini seperti salat subuh 3 rakaat dari seharusnya 2 rakaat.

Kemudian setelah melakukan penganiayaan tersangka tidak langsung kabur, malahan terlihat mondar-mandir di sekitar TKP.

Untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut, saat ini tersangka telah dibawa aparat ke Rumah Sakit Polri Sartika Asih Bandung guna dilakukan observasi oleh psikolog.

"Kita lakukan pengamanan dalam rangka observasi oleh pskilog di (Rumah Sakit) Sartika Asih," ujarnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (27/1) KH Umar Basri menjadi korban penganiayaan oknum tidak dikenal. Tragedi naas ini terjadi ketika pimpinan Pondok Al Hidayah sedang melakukan dzikir pasca shalat Subuh di masjid komplek pesantrennya.

Akibat insiden tersebut, KH Umar menderita luka lebam di bagian muka cukup parah sehingga mengharuskan dirinya terbaring di RS Islam Bandung.

(sat/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP