
Ribuan guru honorer penuhi gedung serba guna Universitas Lampung, Jumat (26/1).
JawaPos.com - Sebanyak 6.920 guru honorer memadati Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Jumat (26/1). Mereka merupakan pendidik mulai dari tingkat TK/RA, SD/MI hingga SMP/Mts. Kedatangan para guru honorer tak lain adalah untuk menerima pencairan insentif.
Wali Kota Bandar Lampung Herman HN mengakui ada keterlambatan pembayaran insentif guru honor untuk periode Juni-Desember 2017. “Ini seharusnya paling lambat Desember kemarin dibayarkan,” ucap Herman di sela penyerahan insentif guru honorer.
Menurut Herman, keterlambatan pembayaran insentif guru honor lantaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung belum membayarkan Dana Bagi Hasil Bandar Lampung. “Sedangkan dana APBD kami kan terbatas,” terangnya.
Kendati demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung tetap mengusahakan pembayaran insentif agar para guru honorer tetap fokus dalam mengajar. “Kami gunakan dana APBD untuk pembayaran ini,” ungkap Herman.
Meski insentif yang diberikan kecil. Herman berharap para guru honorer dapat bisa memanfaatkannya. “Ini kemampuan kami, Pak, Bu. Doakan APBD kami naik agar insentif juga naik,” ucap Herman di hadapan ribuan guru honorer.
Sekadar informasi, jumlah insentif yang diterima guru honorer di Bandar Lampung sebesar Rp 200 ribu per bulan. Pembayarannya setiap enam bulan sekali. Insentif adalah gagasan dari Pemkot Bandar Lampung yang sudah berjalan sejak 2010 sampai sekarang.
Pada kesempatan ini, Herman juga menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Baca Tulis Alquran yang baru saja disahkan DPRD Bandar Lampung pada Senin (22/1) lalu. “Dengan perda ini, nantinya anak-anak dapat terarah dan jauh dari hal-hal buruk,” klaim Herman.
Lebih lanjut, Herman meminta kepada para guru agar tidak terpengaruh isu yang tengah berkembang tentang Perda Baca Tulis Alquran. “Baca tulis Alquran hanya diwajibkan untuk siswa muslim. Jadi jangan dengarkan (isu) di luar-luar sana,” tegasnya.
Meski sudah disahkan, pelaksanaan Perda tentang Baca Tulis Alquran masih belum diketahui secara pasti. “Kami tunggu pengesahan gubernur. Kalau gubernur cepat, kami juga cepat,” tutup Herman.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
