Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Januari 2018 | 01.06 WIB

Pemilu 2019, Hanura dan PAN Terancam Tak Lolos PT

Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) bersama Wiranto dan Daryatmo - Image

Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) bersama Wiranto dan Daryatmo

JawaPos.com - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) terkait elektabilitas partai politik menujukkan, setidaknya ada lima partai besar terancam gagal terlibat dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 


Hal ini, lantaran kelima parpol itu memiliki perolehan suara di bawah ambang batas minimal parliamentary threshold (PT) sebesar 4 persen.


Kelima partai itu antara lain, Partai Amanat Nasional (PAN) hanya memperoleh suara 3,5 persen; Nasional Demokrat (NasDem) 4,2 persen; Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3,8 persen; Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 3,5 persen; Hanura 0,7 persen.


"Kita (LSI) menemukan lima partai lama belum aman lolos parliamentary threshold sebesar 4 persen," ungkap Peneliti LSI, Rully Akbar, di Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (24/1).


Jika hasil survei itu tetap bertahan hingga 2019 maka dipastikan kelima partai lama ini tidak bisa ikut serta dalam Pilpres, terutama PAN dan Hanura karena memiliki margin elektabilitas yang cukup lebar dengan parliamentary threshold.


Rully menyarankan kepada lima partai ini untuk membuat sebuah inovasi, guna menaikan elektabilitas partainya agar syarat 4 persen parliamentary threshold dapat terpenuhi.


“Tentu saja ini demi mempertahankan eksistensi partainya di Pilpres mendatang. Terutama PAN dan Hanura harus memunculkan isu baru yang fresh dan menarik, serta figur yang terasosiasikan dengan partai sehingga tidak terlempar dari parlemen," ungkapnya. 


Situasi terburuk menimpa Hanura, pasalnya partai ini dalam tiga kali survei LSI selalu mendapat nilai yang sangat rendah, sehingga di antara lima partai ini, Hanura memiliki risiko paling tinggi gagal masuk DPR dan mengkuti Pilpres.


"Jika situasi Hanura tidak membaik, maka Hanura berpotensi terlempar dari parlemen dan menjadi partai gurem," pungkas Rully.


Diketahui dari hasil survei LSI, pada Agustus 2017 Hanura hanya memperoleh elektabilitas 1,6 persen, kemudian anjlok di bulan Desember menjadi 0.,5 persen, dan terakhir di Januari hanya 0,7 persen suara.


Survei dilakukan pada 7-14 Januari 2014 dengan responden 1.200 orang yang dipilih berdasarkan multistage random sampling. Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 provinsi dari 7 sampai 14 Januari 2018. Margin of error survei ini adalah ±2,9 persen.


Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore