
Panji Petualang saat mencari buaya berkalung ban di area reklamasi Pantai Talise, Palu, Sulteng, Selasa (23/1).
JawaPos.com – Upaya pencarian penyelamatan buaya berkalung ban yang dilakukan Panji Petualang bersama Jawa Pos Group di Palu, Sulawesi Tengah mulai membuahkan hasil. Setelah menghilang sekitar dua hari, tim mulai menemukan “rumah” baru buaya malang tersebut. Lokasinya ada di sekitar kawasan reklamasi.
Pada operasi hari ketiga, Selasa (23/1), dari siang hingga petang, buaya berkalung ban itu terlihat mondar-mandir di bibir Pantai Talise. Tepatnya di kawasan reklamasi di Jalan Komodo. Buaya itu sebenarnya nyaman di tempat tersebut. Meskipun terdapat sejumlah pemancing, buaya tersebut memilih kabur ketika mulai banyak orang yang melihatnya dari dekat.
Panji dibantu anggota Ditpolair Polda Sulawesi Tengah serta nelayan sebenarnya sudah sempat memasang jaring. Tujuannya untuk memagari buaya agar tidak lari terlalu jauh. Namun upaya itu gagal. Jaring milik nelayan yang sudah disiapkan kurang memadai.
“Tidak masalah kita sedang siapkan jaring berikutnya dan coba pasang di malam hari. Yang penting kita tahu dulu kebiasaan dia sekarang di situ,” ujar Panji. Ya, selama hampir dua hari tim memang sempat kesulitan mencari kebaradaan buaya berkalung ban.
Buaya itu sebelumnya sering nongkrong di sekitar reruntuhan jembatan yang tak jauh dari Jembatan Dua Sungai Palu. Namun operasi pada hari pertama yang disaksikan ratusan orang membuat buaya kabur ke arah muara. Pencarian pada operasi hari kedua, baik siang maupun malam, tak membuahkan hasil.
Baru pada operasi hari ketiga ini, buaya berkalung ban itu terdeteksi di perairan sekitar area reklamasi. Panji semntara ini membiarkan buaya itu merasa nyaman di tempat tersebut. Sayangnya gangguan kerap terjadi karena warga berupaya mendekat ke “rumah” baru si buaya. “Sebenarnya kalau dia tenang dulu di situ, kita tinggal siapkan perangkapnya,” pungkas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
