
Eks KSAL Laksamana (Purn) TNI Ade Supandi.
JawaPos.com - Peringatan Hari Dharma Samudera digelar di Komando Armada Timur (Koarmatim) Lantamal V Surabaya, Senin (15/1). Acara tersebut sudah digelar ke-56 kalinya. Tahun ini, peringatan dihelat dengan tabur bunga di perairan Selat Madura dengan menaikki KRI Makassar 500.
Peringatan dilakukan untuk mengenang pahlawan yang gugur di pertempuran. Yakni saat tiga kapal perang Indonesia, KRI Macan Tutul, KRI Harimau dan KRI Macan Kumbang, bertempur di Laut Aru pada 15 Januari 1962 dalam operasi pembebasan Irian Barat.
Pada kesempatan itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi membahas tentang seragam putih kebanggaan yang dikenakannya. Seragam putih tersebut mencerminkan prajurit TNI AL yang siap mati dalam pertempuran. "Ini juga melambangkan kami akan menjaga kedaulatan di laut. Tidak akan berakhir sepanjang jalan NKRI," tegas Ade Supandi.
Prajurit TNI AL era sekarang harus punya kemampuan menguasai dimensi peperangan. Tidak hanya di atas air. Tapi juga di bawah air, udara, peperangan kapal anti-permukaan hingga ancaman cyber.
Menurut Ade, ada dua ancaman yang harus diperhatikan seluruh kekuatan TNI AL. Yakni konflik perbatasan dan maritim security. "Kalau konflik perbatasan tidak ketemu solusinya, maka ujung-ujungnya adalah perang," jelas Ade.
Berdasar teori, perang berawal dari sebuah upaya diplomasi yang buntu. Sehingga apabila diplomasi masih bisa diterapkan, akan ada solusi lain selain berperang.
Meskipun demikian, TNI AL tetap menyiapkan diri dengan kemungkinan terburuk. "Kami tidak terlepas dari doktrin yang kami pegang sampai sekarang. Kalau kami ingin damai, berarti kami harus siap perang. Kalau kami siap perang tapi tidak punya alatnya, buat apa sekedar ngomong doang," lanjut Ade Supandi.
Untuk itu, peremajaan alutsista akan terus dilakukan secara bertahap. Harapannya, kemampuan armada AL dapat bersaing dengan negara-negara lainnya.
Selain konflik perbatasan. Ade juga menyoroti maritim security. Hal itu tetap berkaitan dengan kedaulatan negara. "Misalnya penyelundupan narkoba, senjata hingga pencurian kekayaan alam. Sama seperti negara lain, kami juga melakukan pengamanan," ucap lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-28 tahun 1983 tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
