Jumat, 19 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Pak Menteri! Bukan Cuma Konsumen, Pedagang Pun Bingung Saat Beras Naik

| editor : 

Ilustrasi gudang beras

Ilustrasi gudang beras (DOK.SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JawaPos.com - Kenaikan harga beras yang terjadi dalam sebulan terakhir telah membuat limbung bukan hanya konsumen, tetapi pedagang beras di pasar-pasar tradisional. Pemerintah diminta cepat melakukan stabilitasi. Ramai-ramai operasi pasar hanya sampai di media, belum sampai ke pasar sehingga harga bisa kembali normal.

Dari pantauan JawaPos.com, harga beras di pasar Lenteng Agung, Jakarat Selatan masih tinggi. Salah satu pedagang, Sanusi, menuturkan, harga beras medium ia jual dengan harga Rp13.000 dan jenis premium seharga Rp15.000.

"Harga ini naik dari harga normal. Beras medium harga normalnya sekitar Rp10.500. Sementara beras kualiatas premium harga normalnya Rp 12.000," katanya, kepada JawaPos.com, Minggu (14/01).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjanjikan akan menekan kenaikan harga beras dengan melakukan impor 500 ribu ton dari Thailand dan Vietnam

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjanjikan akan menekan kenaikan harga beras dengan melakukan impor 500 ribu ton dari Thailand dan Vietnam (Dok.JawaPos.com)

Lainnya, pedagang beras lainnya, Atasya mengungkapkan, ia menjual beras jenis premium dengan harga Rp13.000. Sementara untuk beras medium, dijualnya dengan harga Rp11.000.

"Tahun ini parah," kritiknya mengenai distribusi beras ke pasar-pasar.

Menurutnya, tidak seperti tahun lalu, yang jauh lebih baik sehingga tidak menimbulkan gejolak. "Harga normal untuk beras medium kan sekitar Rp 8000 dan untuk premium Rp10.000. Sekarang naik sampai Rp 3000 per kilogram. Parah," tegasnya.

Sumiah, konsumen yang ditemui di pasar Lenteng Agung mengeluhkan hal yang sama soal kenaikan harga beras. "Ah, ramenya saja akan ada beras murah. Mana buktinya. Beras semakin mahal, kok pemerintah diam saja. Katanya mau ada operasi (pasar), nyatanya sampai sekarang masih mahal," keluhnya.

Sementara di Pasar Agung, Depok, harga beras juga ikut naik. Salah satu pedagang, Putra dan Eni menjelaskan, ia menjual beras premium dengan harga Rp 13.000, sementara beras medium dengan harga Rp12.000.

"Pemerintah harus lebih memperhatikan harga beras. Beras nih kenaikan sangat tinggi dibanding bahan pokok lainnya. Tidak ada operasi pasar di Depok. Jangan saat baru tahu harga naik, pemerintah baru turun tangan," tuturnya. 

(sab/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP