Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Januari 2018 | 19.15 WIB

Redam Kenaikan Harga, Pemerintah Gelontor Beras ke Pasar Tradisional

Menteri Perdangan Enggartiasto Lukita saat meninjau operasi pasar beras yang dilakukan Kemendag bersama Bulog, Selasa (9/1) - Image

Menteri Perdangan Enggartiasto Lukita saat meninjau operasi pasar beras yang dilakukan Kemendag bersama Bulog, Selasa (9/1)

JawaPos.com - Kementerian Perdagangan dan Badan Urusan Logistik (BULOG) melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga beras yang mulai merangkak naik di sejumlah pasar di ibu kota.


Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan pihaknya akan terus menggelontor berapapun kebutuhan pasar agar bisa meredam kenaikan harga beras yang kini sudah berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).


"Kita siapkan berapa pun kebutuhannya beras sampai harga turun," tegasnya, di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Jakarta, Selasa, (9/1).


Dari pantauan JawaPos.com, operasi pasar ini dilakukan dengan mengirimkan truk-truk bermuatan beras ke sejumlah pasar yang terpantau ada kenaikan harga.


Truk-truk tersebut langsung dikirim ke sejumlah pasar dan menjual harga sesuai HET. Langkah ini diharapkan bisa meredam kenaikan beras yang kini sudah terjadi pasar dan bisa kembali menstabilkan harga beras.


"Sebenarnya operasinya sudah dilakukan sebelumnya, tetapi baru di beberapa titik saja. Mulai Januari ini, kita akan lakukan dengan masif. Bila tidak masif, orang belum melihat persediaan beras itu," bebernya.


Enggar menegaskan operasi pasar akan difokuskan ke pasar tradisional yang telah terpantau terjadi kenaikan harga.


"Ada pasar tertentu, di Jakarta misalnya. Dari 112 pasar, tidak semua merah. Ada 13 pasar yang merah dan sebagian kuning. Nantinya, kita akan masuk ke 13 pasar ini, baru ke pasar lain," tambahnya.


Enggar mengatakan dalam menangani lonjakan harga beras, pihaknya bekerja sama dengan polri. Lewat operasi pasar, diharapkan bisa menekan harga beras bisa berada di bawah HET yang saat ini dipatok Rp 9.450 per kilogram.


"Akan dilakukan pemantauan satu sampai dua hari depan, bila stok kurang akan kami dorong terus sampai harga stabil. Berapa pun kebutuhannya, kami siapkan," tutupnya. 

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore