
Lapor: Korban biro jasa umrah PT Utsmani Hannien Tour mendatangi Mapolresta Solo, Sabtu (30/12).
JawaPos - Pemeriksaan kasus dugaan penipuan jasa umroh terus berlanjut di Polresta Solo. Sejumlah orang yang sebelumnya mendaftar ke PT Utsmani Hannien Tour selaku penyedia jasa umroh, berbondong-bondong mendatangi Mapolresta Solo.
Mereka ingin memastikan penangkapan bos Hannien Tour Farid Rosyidin dan Avianto. Selain itu, mereka juga ingin menagih uang yang sudah disetorkan ke Hannien Tour untuk keberangkatan umrah.
Salah satu korban penipuan Hannien Tour adalah Krisna Murti, 54, warga Batang, Pekalongan, Jawa Tengah. Ia datang ke Mapolresta Solo bersama istrinya, Sri Murti, 52, dan anaknya, Nabila, 16. Satu keluarga itu sudah mendaftar untuk berangkat umrah.
Krisna mengatakan, keluarganya dijanjikan berangkat umroh pada Maret 2017. Dia juga sudah menerima sejumlah perlengkapan untuk umrah. Seperti koper, seragam, kain ihram dan paspor. Tetapi sampai sekarang belum juga diberangkatkan.
"Kami selalu menagih kapan pemberangkatan akan dilakukan. Dari pihak Hannien Tour terus membalas. Tetapi sampai saat ini belum juga ada kepastian dan malah dengar informasi sudah ditangkap," kata Krisna kepada JawaPos.com di Mapolres Solo, Sabtu (30/12).
Krisna mengaku tertarik berangkat umrah melalui biro jasa Hannien Tour karena ada promo biaya murah. Yakni, sebesar Rp 19,8 juta. Krisna sudah mendaftarkan tiga anggota keluarganya dengan total biaya Rp 79,2 juta. Untuk pembayaran uang muka sebesar Rp 5 juta.
"Kalau untuk pelunasan dilakukan sebulan sebelum pemberangkatan. Kami percaya karena saudara kami juga bekerja di sana (Hannien Tour). Tapi ternyata dia juga selama beberapa bulan sudah tidak menerima gaji," terangnya.
Selain Krisna, korban lain yang juga mendatangi Mapolres Solo adalah Rahmawati, 25. Ia sudah membayar lunas biaya umrah sebesar Rp 25 juta. "Saya ingin meminta kepastian terkait keberangkatan ini," ucap Rahmawati.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi meminta semua korban untuk melapor ke mapolres. Dengan banyaknya pelapor, maka kasus bisa diselesaikan secara tuntas. "Kami juga akan membuka posko pengaduan. Karena korban jelas sangat banyak dan akan terus bertambah," tutur Agus.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
